Foto diambil dari ANTARAFOTO :KORNELIS KAHA

Bintangtimur.news – Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDT), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Rr Aisyah Gamawati meresmikan pembangunan jalan sirip dan sarana air bersih di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, perbatasan Indonesia – Timor Leste, Selasa (18/12).

Ruas jalan yang diresmikan sepanjang 3,2 kilometer menghubungkan Kampung Halikelen-Halisikun di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, senilai Rp4,8 miliar, dan sarana air bresih di Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, senilai Rp1,3 miliar.

Ruas jalan yang dibangun memiliki lebar 4 meter dan bahu jalan 1 meter menggunakan konstruksi makadam atau lapis penetrasi. “Jalan sirip ini diharapkan meningkatkan konektivitas, menghemat waktu dan biaya transportasi hasil bumi milik masyarakat,” ujarnya.

Menurut Aisyah, Belu termasuk 122 kabupaten tertinggal di Indonesia yang pembangunannya terus digenjot pemerintah, seperti pembangunan listrik, transportasi, dan aksesibilitas. (AM7/*)  sumber: mediaindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here