(Foto-dok:bintangtimur.news)

Bintangtimur.news – Kupang – Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis bersama Satuan Kerja (Satker) Balai Sumber Daya Air Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan survei lokasi pembangunan bendungan dan embung di Pulau Semau, Kabupaten Kupang. Mereka mengharapkan agar tidak terjadi permasalahan tanah saat proses pengerjaan itu mulai berjalan.

Survei terhadap lokasi pembangunan bendungan setelah adanya permintaan pembangunan bendungan dari warga setempat. 

“Ada permintaan dari masyarakat bangun embung dan bendungan untuk menyediakan air bagi pertanian di empat desa,” kata Fary Francis kepada wartawan di Kupang, Rabu (8/1).

Empat desa itu terletak di Kecamatan Semau yakni Uitao, Letbaun, Bokonusan, dan Otan.

Sesuai hasil survei menurut Fary, lokasi tersebut potensial untuk pembangunan embung tahun ini, namun untuk pembangunan bendungan, masih butuh izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pasalnya genangan air bendungan diperkirakan akan mencapai kawasan hutan lindung.

“Selain itu, kalau benar usulan dari masyarakat itu tidak ada masalah lahan, kita pastikan akan dibangun pada 2020,” kata Fary.

Dengan membangun embung dan bendungan, diharapkan produktivitas pertanian meningkat. Lahan kering di desa-desa tersebut diolah dan ditanami tanaman hortikultura yang nantinya dijual ke Kota Kupang. Apalagi, saat ini transportasi Kupang-Semau dan sebaliknya sudah lancar dengan dibangunnya dermaga Fery sejak beberapa tahun lalu. 

“Pembangunan embung besar menjadi satu kebutuhan di Semau,” ujarnya.

Pahlawan Perang, Kasatker di Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 mengungkapkan, saat ini pihaknya masih mengecek lokasi yang akan dibangun bendungan tersebut.

“Kita ingin saat dibangun nanti tidak ada masalah, entah itu masalah tanah atau lainnya,” ungkap Pahlawan. (AM7/ sumber: mediaindonesia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here