Bintangtimur.news – Soe – Desa Meulem dan Oeekam, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) memiliki cerita sendiri berkaitan dengan kunjungan Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis dan dua Kementerian yakni Kemendes dan Kementerian PUPR.

Staf Ahli Ketua Komisi V DPR RI Isidorus Lilidjawa, dalam tulisan di media sosialnya mengungkapkan, malam yang pekat tak sanggup membunuh harapan. Hujan dan jalanan berlumpur tak harus menyurutkan semangat. Karena perjumpaan adalah kerinduan, yang tak kuasa dinilai lembaran rupiah.

Pukul 20.00 Wita, kami tiba di gereja sederhana jemaat Anugerah Klasis Amanuban Timur, Desa Meulem. Dari desa Oeekam menuju ke tempat ini jaraknya kurang lebih 7 km.

Namun waktu tempuh kami hampir 1,5 jam lebih. Jalanan licin dan berlumpur di kala hujan adalah medan yang sulit dilewati mobil-mobil tanpa derek.

Dari belasan mobil rombongan, hanya 5 mobil yg berhasil menjangkau tempat ini. Kedatangan kami menjadi warta sukacita untuk warga desa ini karena untuk pertama kalinya seorang anggota DPR RI datang ke desa mereka.

Di hadapan hampir 100-an warga, Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis menyampaikan apresiasi atas perjuangan warga membangun desanya.

“Ketika sudah sampai di Meulem, maka semua warga sudah menjadi sahabat seperjuangan. Susah senang di desa adalah juga pergumulan beliau kami sebagai wakil rakyat,” ungkap Fary.

Di bawah guyuran hujan, warga tetap antusias dengan menepi di terpal-terpal tenda, harapan membangun desa ditancapkan.

Desa ini memang kesulitan air. Ada yg menjual air per jerigen 5 liter seharga 2500 rupiah. Jika dijual sebanyak 1 pick up harganya mencapai 250 ribu. Belum lagi kondisi rumah-rumah warga yang sangat sederhana dan akses jalan yg memprihatinkan.

“Untuk menjawab kerinduan warga, pihak balai sungai akan melakukan survey untuk pembangunan embung dan sumur bor. Kementerian PUPR akan mengalokasikan 30 rumah BSPS untuk warga. Bumdes juga diberikan untuk desa ini sebesar Rp 50 juta,” ungkap Fary.

Malam terus beranjak larut. Pukul 22.00 hujan belum reda, namun kami mesti melanjutkan perjalanan. Kebersamaan telah digoreskan di kampung ini. Setidaknya kepada rombongan dari Jakarta, kami telah menunjukkan kisah yg nyata soal keadaan Indonesia di desa Meulem dan tentang terus berkecambahnya harapan warga untuk bertahan hidup dan mengelola hidup sebagaimana adanya.

Harapan untuk Desa Toleransi Oeekam

Sebelum mengunjungi Desa Meuleum, Ketua Komisi V DPR RI dan rombongan mampir di Desa Oeekam.

Warga Desa Oeekam yang dienal dengan Desa Toleransi tertinggi ini menerima kehadiran Ketua Komisi V dengan rombongan penuh sukacita.

Makanan lokal seperti jagung goreng bunga, pisang luan dan ibu goreng menjadi jmauan istimewa sore itu.

Kehadiran Ketua Komisi V DPR RI, bersama mitra dari Kementerian Desa dan Kementerian PUPR, seperti menjawab kerinduan yang lama tersimpan.

Curahan hati pun disampaikan Kepala Desa berkaitan dengan kebutuhan vital warganya yang sampai saat ini masih mimpi.

Air bersih, listrik yang tidak pernah mati, rumah layak huni dan jalan yang baik, menjadi harapan warga Desa Oeekam.

Gayung pun bersambut. Ketua Komisi V DPR RI dan mitra kerjanya dari Kemendes RI dan Kementerian PUPR menjanjikan untuk membantu menghadirkan mimpi warga Oeekam.

“Kami sudah mendengar dan melihat langsung kondisi dua desa ini. Sesuai dengan tugas kami masing-masing, dan dukungan masyarakat di dua desa tersebut, kita akan mewujudkan permintaan masyarakat dengan prioritas-prioritas kebutuhan,” ujar Fary. (AM7)

Salve…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here