Bintangtimur.news – Soe – Berbagai upaya sudah dilakukan Komisi V DPR RI, bersama mitra kerjanya Kementerian PUPR dan Kemendes RI untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Dukungan Komisi V DPR Ri di Kementerian PUPR melalui proyek infrastruktur jalan, jembatan, bendungan dan embung. Sementara melalui Kemendes RI melalui Bumdes dan program Kementerian desa lainnya.

“Kabupaten TTS menjadi salah satu fokus kegiatan kami untuk pembangunan infrastrukturnya. Kita bisa lihat beberapa emnung dan bendung sudah dbangun di TTS ini. Masih banyak program lainnya yang akan kita bantu di TTS ini. Misalnya tahun 2018 kemarin kita sudah bantu 10 kelompok yang tergabung dalam Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3-TAI). Hari ini kita akan serahkan SK penambahan 30 kelompok penerima manfaat dari program ini,” ungkap Fary yang juga Ketua Fraksi Gerindra MPR RI ini, dalam sambutannya di kantor Bupati TTS, Jumat (18/1)

Menurut Fary, program ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian masyarakat dengan cara membangun jaringan irigasi permanen sehingga air dari sumber air bisa mengalir hingga ke lahan pertanian milik masyarakat.

Pengelolaan anggaran dalam program P3-TAI ini menggunakan sistem padat karya, sehingga mulai dari perencanaan, pelaksanaan pekerjaan hingga pertanggungjawaban dilakukan sendiri oleh kelompok penerima.

” Saya sudah pernah tinjau pengerjaan saluran irigasi di kelompok pertanian supul, yang dimanfaatkan untuk mengairi lahan perkebunan sayuran. Dan hari ini saya mendengar sendiri jika saluran irigasi sudah dimanfaatkan sehingga air dari mata air maupun kali bisa mengalir masuk ke lahan pertanian masyarakat. Karena program ini dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok penerima manfaat, maka tahun 2019 ini kita tambah lagi 30 kelompok masyarakat,sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program P3-TAI ini,” ujar Fary.

Salah satu kelompok yang mendapatkan bantuan program P3-TAI adalah kelompok wanita tani di Desa Biloto, Kecamatan Mollo Selatan.

Fransina Sayuna, ketua kelompok wanita tani sangat terbantu dengan adanya program P3-TAI. Pasalnya, sebelum mendapatkan bantuan dari program P3-TAI, lahan pertanian seluar 2 Ha yang dikelola kelompoknya kesulita untuk memenuhi kebutuhan air irigasi.

Pasalnya, jarak lahan pertanian ke sumber air sekitar 300 meter. Namun, setelah mendapat bantuan program P3-TAI, kelompok wanita tani bisa membangun saluran irigasi permanen sehingga air dari sumber air bisa mengalir masuk ke lahan pertanian milik kelompoknya.

Usai kegiatan, Ketua Komisi V DPR RI foto bersama dengan pendamping P3TAI dan Plt Bupati TTS Marthen Selan, dan mitra kerjanya. (AM7/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here