Tahun ini, memang ada pergeseran penggunaan kendaraan publik seperti peralihan dari angkutan udara ke angkutan laut maupun darat. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, JAKARTA.Kementerian Perhubungan (Kemhub) memprediksi, bahwa pertumbuhan penumpang angkutan udara pada masa mudik tahun ini bakal mengalami perlambatan dibandingkan mudik lebaran pada tahun 2018 lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub Polana Banguningsih Pramesti menjelaskan, tahun ini pertumbuhan penumpang angkutan udara domestik sebesar 2,38% lebih rendah dari pertumbuhan sebelumnya yang sebesar 4,49%.

Sementara itu, pertumbuhan penumpang angkutan udara internasional tahun ini sebesar 7,8%, menurun dari tahun lalu yang sebesar 11%. “Sehingga rata-rata pertumbuhan penumpang angkutan udara 3,17%,” kata Polana kepada media di Jakarta, Selasa (21/5).

Polana bilang, pertumbuhan penumpang yang melambat ini sudah terlihat sejak 2 hingga 3 bulan sebelumnya. Meski begitu, Polana masih enggan menyebutkan apa penyebab penurunan ini. “Saya belum tahu, litbang yang bisa menganalisis,” ujar Polana.

Disisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tahun ini memang ada pergeseran penggunaan kendaraan publik seperti peralihan dari angkutan udara ke angkutan laut maupun darat. Menurutnya, peralihan ini pun lebih karena infrastruktur yang lebih baik seperti tol yang sudah terbangun hingga adanya koordinasi dan sosialisasi yang lebih bagus.

Kendati begitu, Budi menyakini bahwa angkutan udara masih diminati oleh banyak masyarakat. “Kalau turun, tidak akan turun banyak. Ini terbukti menjelang puasa kapasitas itu kembali seperti sebelumnya,” ujar Budi.

Berbeda dengan Budi Karya, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi justru memprediksi pertumbuhan penumpang masih akan mengalami pertumbuhan sebesar 5% tahun ini. Dia melihat masih banyaknya permintaan extra flight di bandara-bandara Angkasa Pura I. Sepakat dengan Budi, Faik mengatakan, peminat angkutan udara masih tinggi.

“Indikasinya permintaan extra flight di 14 bandara sudah 1.618. Jadi saya masih optimis mudah-mudahan target 5% itu masih tercapai,” pungkas Faik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here