“Pesawat Hercules yang kita siapkan di Skadron 33 ini, sebanyak empat unit. Satu dari Lanud Halim dan tiga pesawat dari Lanud Abdulrahman Saleh di Malang. Personelnya, kita juga ambil dari dua Skadron sebelumnya, termasuk Komandannya,” ujar KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Maros – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna meresmikan dua Skadron Udara sekaligus di wilayah Timur Indonesia yaitu, Skadron Udara 27 di Lanud Manuhua, di Biak, Papua dan Skadron Udara 33 di Lanud Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan.  Ada kabar, kedua Skadron Udara itu di resmikan guna memperkuat kekuatannya di wilayah timur Indonesia yang difokuskan untuk pesawat pengangkut.

Selain memang, untuk pemerataan kekuatan di wilayah Indonesia Timur, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna juga mengatakan, bahwa Skadron Udara yang baru ini diadakan untuk merespon perkembangan kekuatan pasukan dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut serta mengantisipasi darurat kebencanaan dan persoalan disparitas harga.

“Disini itu, kita punya keuatan militer yakni Divisi III Kostrad dari Angkatan Darat. Nah, untuk mendukung pergerakan mereka, makanya dibutuhkan satu Skadron Udara untuk percepatan pergerakan mereka jika dibutuhkan. Selain itu juga untuk kebencanaan,” ujar Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Lanud Hasanuddin, Maros, Jum’at (14/6/2019).

Pria kelahiran Cicalengka, Bandung, Jawa Barat itu juga menambahkan, selain untuk operasi militer dan bencana, pesawat pengangkut khususnya di Biak, kita juga akan gunakan untuk menekan disparitas harga di wilayah pelosok Indonesia Timur. Dan pesawat, kita gunakan untuk memasok bahan pokok.

“Pesawat Hercules yang kita siapkan di Skadron 33 ini, sebanyak empat unit. Satu dari Lanud Halim dan tiga pesawat dari Lanud Abdulrahman Saleh di Malang. Personelnya, kita juga ambil dari dua Skadron sebelumnya, termasuk Komandannya,” ujar Yuyu Sutisna.

Sekedar informasi, Skadron Udara 33 yang sebelumnya ditempatkan di Lanud Abdurahman Saleh, Malang dan Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta. Selain itu, Skadron 33 juga memiliki 71 personil yang dikomandoi oleh Letkol Pnb Agus Rohimat, mantan Komandan Skadron 32 Malang.  

Disisi lain, Komandan Skadron Udara (Danskadron) 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Letkol Pnb Agus Rohimat juga bilang, Skadron Udara 33 merupakan bentukan baru yang mengawaki pesawat angkut berat dengan tugas pemindahan personel atau barang.

“Tahap awal, Skadron ini akan memiliki pesawat yang merupakan relokasi dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Dari kedua Skadron tersebut, beberapa pesawat dipindah tugaskan ke Skadron Udara 33. Lantas, personelnya bentukan dari kedua Skadron itu dan ada juga dari Mabes TNI AU,” pungkas Agus Rohimat.

Asal tahu saja, saat ini TNI AU pun tengah menunggu lima pesawat Hercules jenis J dari Amerika Serikat. Rencananya, pesawat baru itu bakal didistribusikan di seluruh pelosok Skadron Udara di Indonesia. Selain lebih efisien, pesawat baru itu juga telah dilengkapi dengan peralatan canggih. Ada kabar, kelima pesawat itu diprediksi bakal dikirim ke Tanah Air pada 2022 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here