Bintangtimur.id — Kupang. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memberi apresiasi luar biasa terhadap keberagaman di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena itu, NTT bisa dijadikan model keberagaman nasional.

“Apa yang terjadidi NTT harus jadi contoh di Indonesia. Contohnya sudah ada, Ketua DPRD NTT muslim di tengah mayoritas Kristen, tapi di sini aman-aman saja. Ini yang harus kita gelorakan di tingkat nasional. Ini adalah contoh keberagaman yang tidak ada persoalan,” ujar Zulkifli, saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan, di hadapan warga eks Timur Timor yang tergabung dalam UNTAS, di Hotel Ima, Selasa (31/1).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Pater Gregorius Neonbasu SVD, Ketua DPP UNTAS Eurico Gutteres, dan Tokoh kemajemukan NTT Esthon Foenay.
Zulkifli mengingatkan bahwa 4 pilar tersebut, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan UUD 1945, sudah permanen di Indonesia. Tidak ada lagi yang perlu diragukan dengan 4 pilar tersebut. “Ini yang harus menjadi perjuangan bersama kita semua agar 4 pilar itu menjadi kekuatan kita bersama. Kita harus menjaga dan merawat 4 pilar ini,” ungkap Zulkifli.

Tokoh kemajemukan NTT Esthon Foenay menyatakan, apa yang disampaikan Ketua MPR RI harus menjadi kebanggaan dan tantangan untuk masyarakat NTT. Kebanggaan karena keberagaman di NTT menjadi model nasional, sementara tantangannya adalah bagaimana seluruh warga NTT terus mempertahankan dan menjaga keberagaman ini. “Ini menjadi tanggung jawab kita semua warga NTT,” ujar Esthon.
Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno mengungkapkan kebanggaannya dengan keberagaman di NTT. “Ini yang harus dijaga dan dipupuk terus keberagaman kita, karena sulit untuk daerah lain seperti di NTT ini,” ujarnya.

Fary Francis menambahkan, bagi warga NTT keberagaman seperti ini sudah terjalin lama. “Tugas kita adalah terus membangun semangat keberagaman di NTT,” tegasnya. (aps)