BINTANGTIMUR.ID, KUPANG Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis bersama perwakilan dari Kementerian PUPERA Agusny Gunawan memantau proyek bantuan perumahan tidak layak huni di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Malaka. Total bantuan perumahan tidak layak huni untuk NTT sebanyak 4000 unit. Untuk Kabupaten TTU dan Malaka bantuan yang diberikan tahun 2017 sebanyak 200 unit.

Fary Francis di sela-sela pemantauan di salah satu rumah di Desa Fafoe, Kabupaten Malaka, mengatakan, pemantauan ini untuk melihat lebih dekat progress pelaksanaan pembangunan perumahan. “Pemantauan ini saat masa reses DPR RI. Karena itu saya mengajak mitra terkait dengan proyek tersebut untuk melihat langsung di lapangan seperti ini. Sehingga kita bisa melihat kondisi riil rumah masyarakat yang sudah mendapat bantuan dan yang belum mendapat bantuan,” ujarnya.

Fary menyatakan, setelah memantau langsung, progress pembangunan perumahan untuk masyarakat di wilayah ini berjalan dengan baik. Dengan modal bantuan Rp.15.000.000, masyarakat sudah bisa membangun rumah yang lebih baik. “Kawasan ini termasuk daerah rawan banjir. Setiap tahun selalu terkena dampak banjir. Dengan bantuan ini, warga di sini bisa membangun rumahnya lebih tinggi. Bahkan ada yang bangun rumah panggung, dengan ketinggian 1,5 meter untuk menghindari banjir,” ujarnya.

Fary menegaskan, untuk tahun 2017, Komisi V DPR RI sudah menyetujui usulan bantuan perumahan tidak layak huni sebanyak 4000 unit atau setara Rp. 60 miliar. “Setelah melihat dampak positif untuk masyarakat seperti ini, setiap tahun pasti kita setujui bantuan untuk rakyat NTT dan provinsi lainnya di Indonesia,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.

Sementara Agusny Gunawan mengatakan, kehadiran mereka di sini bersama Satker tingkat provinsi untuk memastikan pelaksanaan proyek perumahan tidak layak huni. Setelah melihat langsung seperti ini, ternyata dampaknya sangat besar untuk masyarakat. “Dengan alokasi Rp.15.000.000, masyarakat sudah bisa membangun rumahnya sendiri yang semi permanen. Bantuan tersebut sifatnya stimulus saja. Kalau masyarakat mau bangun rumah yang lebih bagus dan luas lagi, tinggal masyarakat tambahkan saja uangnya, dari kita memang begitu besarnya,” ujar Agusny.

Menurut Agusny, dukungan Komisi V DPR RI sungguh luar biasa sehingga proyek bantuan seperti ini bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, kedepannya, dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/kota sangat diharapkan untuk membantu masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni. “Kalau ada dukungan dana lagi untuk rumah tidak layak huni bagi masyarakat, tentu kondisi rumah masyarakat di NTT bakal jauh lebih bagus,” ujarnya.

Kepala Desa Fafoe Yosep Seran mengatakan, dia dan warga penerima bantuan sangat bangga bisa mendapat bantuan dari pemerintah dan DPR RI. “Kami sangat senang dengan adanya bantuan ini. Kami berterima kasih kepada apak Fary Francis yang sudah berjuang memfasislitasi bantuan ini, sehingga kami di Fafoe ini bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Apolonia Klau, salah satu warga penerima bantuan mengaku senang dan terharu. “Saya sangat senang bisa ketemu langsung dengan Pak Fary di kampung kami. Kami berharap dukungan dari Pak Fary, agar bantuan seperti ini terus bertambah di kampung kami dan wilayah lainnya di Malaka ini. Kami masyarakat sangat butuh bantuan seperti ini. Kami senang karena Pak Fary sangat tahu kebutuhan kamu,” ujarnya.

Pantuan bintangtimur.id, setelah melakukan kunjungan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (2/3), Ketua Komisi V DPR RI dan rombongan mengunjungi Kabupaten TTU dan Malaka. Ketua Komisi V langsung memantau proyek sumur bor, embung, infrastruktur jalan, jembatan, dan usaha produktif ekonomi masyarakat. (aps)