BINTANGTIMUR.ID, KUPANG — Kementerian PUPERA membantu warga Desa Maubesi, Kecamatan Maubesi, Kabupaten TTU satu unit sumur bor yang menggunakan sistem solar cell. Bantuan yang difasilitasi Komisi V DPR RI ini akan dibangun pada Maret 2017.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis bersama perwakilan Kementerian PUPERA Agusny Gunawan, Rabu (1/2), memantau langsung lokasi yang akan dibangun sumur bor, di Desa Maubesi. Kepada bintangtimur.id, Fary mengatakan, kehadiran mereka di sini untuk melihat lokasi yang akan dibangun sumur bor bantuan dari Kementerian PUPERA. Rencananya, pada pekan ini bantuan sumur bor bakal dilakukan proses pengerjaannya. “Saya sudah minta ke Satkernya agar minggu ini proses pembangunannya sudah dilaksanakan. Karena setelah melihat lokasi ini, ternyata potensi ekonomi masyarakatnya sangat luar biasa, hanya sayang minimnya air membuat tersendat proses usaha bata merah,” ujar Fary.

Fary berharap kepada Satker terkait agar proses pengerjaan sumur bornya bisa tuntas secepatnya. “Semoga dengan adanya bantuan ini, masyarakat sangat terbantu, ekonomi masyarakat bisa mengalami peningkatan. Karena, saya melihat usaha bata merah sangat menjanjikan ke depannya,” tegas Fary.

Perwakilan Satker Pengelolaan Air Tanah (PAT) dan Pengelolaan Air Baku (PAB), Jhon Fernandes menegaskan, pihaknya sudah siap membangun sumur bor solar cell di Desa Maubesi. “Kami yakin dalam waktu satu bulan, sumur bor ini sudah bisa dinikmati warga Desa Maubesi dan desa tetangga lainnya. Kami berharap dukungan dari masyarakat di Desa Maubesi ini sehingga prosesnya bisa cepat dan lancar.

Anggota DPRD TTU Kristo Haki dari Fraksi Gerindra berterima kasih atas bantuan sumur bor ini. Dia optimis kalau ada sumur bor, usaha bata merah masyarakat bisa lebih maju lagi. “Kalau sudah ada sumur bor seperti ini, warga di sini lebih semangat lagi kerja bata merah. Karena itu, kami terima kasih kepada pihak Kementerian dan Ketua Komisi V DPR RI yang sudah memfasilitasi bantuan ini,” ujarnya.

Warga Maubesi, Theresia Timo menyatakan, dia dan warga di sini sangat senang dengan bantuan ini. “Kami di sini usaha bata merah. Selain itu juga susah air minum. Kami kadang-kadang beli tangki air seharga Rp.150.000 per tangki. Kalau sudah ada sumur bor, kami tidak susah lagi, usaha kami akan tambah bagus,” ujarnya.

Pantuan bintangtimur.id, usai melihat lokasi sumur bor, Ketua Komisi V DPR RI dan rombongan langsung memantau lokasi pembuatan bata merah salah seorang warga Maubesi. Usai memantau usaha bata merah, rombongan langsung memantau embung Letmafo, di Desa Letmafo, Kabupaten TTU. (aps)