Dari kiri ke kanan: Samsu Adi Nugroho - Sekretaris LPS, Halim Alamsyah - Ketua Dewan Komisioner LPS, Fauzi Ichsan - Kepala Eksekutif LPS, dan Didik Madiyono - Direktur Eksekutif Riset, Surveilans, dan Pemeriksaan LPS pada acara konferensi pers penetapan tingkat bunga penjaminan LPS. (Foto-dok: Sekretaris Lembaga LPS)

Bintangtimur.news, Jakarta — Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memangkas suku bunga penjaminan sebesar 25 basis poin (bps) pada awal bulan November 2017 lalu. Kini, LPS tetap bakal menahan suku bunga penjaminan untuk  bank umum di level 5,75%.

Seperti dilansir dari laman LPS, www.lps.go.id. Dari keterangan persnya, LPS sudah melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat. Bahkan, untuk  tingkat bunga penjaminan pada periode 3 November 2017 sampai dengan 15 Januari 2018 tidak mengalami perubahan.

“Adapun, rinciannya antara lain tingkat bunga simpanan rupiah bank umum LPS berada di level 5,75% menurun dari 6% sementara valas tetap di 0,75%. LPS Rate BPR rupiah berada di posisi 8,25% dari sebelumnya 8,5%,” tertulis dalam keterangan pers, Jumat (17/11).

Tingkat Bunga Penjaminan dimaksud di atas dipandang masih sejalan dengan perkembangan suku bunga simpanan bank benchmark LPS. Sementara itu, assessment terhadap kondisi likuiditas perbankan yang memadai dan stabilitas sistem keuangan secara umum juga berada dalam kondisi yang cukup baik.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Terkait dengan hal tersebut, bank meski memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

“Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana,” tulis LPS.

Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here