Photo by Ilham Dwi Ridlo Wancoko/Jawa Pos

Bintangtimur.news, Jakarta– Partisipasi Polri sebagai bagian dari aparat kemanan negara dalam menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia dikawasan pedalaman Kalimantan Barat sungguh memprihatinkan. Meski demikian, kondisi perbatasan yang serba minim tidak membuat korps Bhayangkara ini menyerah.

Minimnya fasilitas yang dimiliki di Pos Polisi Subsektor Segumun, Sekayam, Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar). Di daerah itu, listrik dan air bersih belum mampu menembus pos polisi yang jaraknya sekitar 300 meter dari titik perbatasan. Saat mengikuti patroli perbatasan gabungan Polri-TNI, JawaPos.com sempat mampir ke Pos Polisi Subsektor Segumun. Lokasinya, berada di atas bukit kecil.

Kesan pertama saat melihat, meski letaknya di perbatasan kondisi pos polisi itu cukup terawat. Banyak bekas api unggun di sekitar pos polisi tersebut. Seorang petugas menyebut, bekas api unggun ini bukan untuk memanggang sesuatu, melainkan untuk penerangan karena belum ada listrik.

”Biasanya, petugas yang berjaga harus membuat api unggun saat malam,” ujarnya.

Pernah beberapa kali Kapolsek Sekayam AKP Purwantoro meminta agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan listrik ke pos polisi yang menjaga perbatasan. Namun, PLN menyerah karena medan yang berat.

”PLN tidak mampu sampai ke sana. Yang bisa ditembus baru desa Segumun. Itu titik jaringan listrik terakhir. Pos Perbatasan TNI juga tidak dialiri listrik, tapi punya genset,” tuturnya.

Seorang anggota lain menceritakan, kondisi pos polisi itu saat malam memang senyap. Warga Segumun hanya berani keluar hingga pukul 19.00 malam. Setelah itu, tidak ada lagi orang yang lalu lalang.

”Kami yang menjaga di sini. Minimal yang berjaga itu tiga orang atau lebih,” ujarnya.

Gelapnya lokasi membuat penjagaan yang dilakukan polisi jadi lebih sulit. Ada cerita lucu yang terjadi beberapa waktu lalu. Seorang anggota pernah melihat semacam titik merah di dekat pepohonan. Jaraknya sekitar 500 meter di depan pos polisi.

’’Kami mengira ada penyelundup yang membuat api unggun. Tapi, waktu didekati ternyata bukan api unggun. Apa itu, entahlah, yang jelas kami lari masuk pos polisi,” ujarnya.

Kapolsek Sekayam AKP Purwantoro menambahkan, fasilitas air bersih juga belum menembus pos polisi tersebut. Untuk memastikan anggota dapat air bersih, diakali dengan meminta air pada warga dan dibawa ke pos polisi.

Soal listrik juga masih diusahakan karena memang cukup susah. Saat ini sudah ada lampu tenaga surya, tapi ternyata belum mampu meng-cover semua pos polisi. ”Kami berupaya minta ke PLN. Tapi belum mampu juga,” tuturnya.

Perlu diketahui, Pos Polisi Subsektor Segumun merupakan garda terdepan dalam menjaga perbatasan bersama TNI. Bila terjadi penyelundupan, polisi di pos tersebutlah yang harus melakukan penindakan. (idr/ce1/ARS/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here