Pertanian adalah sektor yang menjanjikan dan bisa menjadi ladang investasi bagi generasi milenial. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta — Pemuda Tani Indonesia bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi pertanian Universitas Djuanda menggelar dialog tani dengan tema “Bertani adalah solusi untuk Generasi Milenial dan Investasi Masa Depan” pada Kamis 20 Desember 2018

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Siti Masithoh dan dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian Yanyan Mulyaningsih

Pembicara pembuka disampaikan oleh Adi Setya Purnama mewakili Pemuda Tani Indonesia yang menyampaikan bahwa kegiatan ini diperuntukan sebagai bahan motivasi bagi para pemuda dan mahasiswa untuk masuk dan mengembangkan sektor pertanian

“Pertanian adalah sektor yang menjanjikan, sudah saatnya para pemuda untuk masuk dan mengembangkan sektor ini. Dalam kegiatan ini kita menghadirkan pembicara dari pemuda yang sukses sebagai pengusaha pertanian untuk dijadikan bahan motivasi” ujarnya.

Dialog Tani sendiri menghadirkan Adi Pramudya selaku pengusaha pertanian muda yang sukses dalam bisnis rempah nya,  Alfi Irfan sebagai founder Agrisocio yaitu sebuah perusahaan sosial di bidang pertanian yang fokus pada pertanian berkelanjutan, pemberdayaan rumah tangga pedesaan dan taraf hidup petani yang lebih baik. Terakhir ada Boni Andi Putra dari perwakilan otoritas jasa keuangan yang menjelaskan bagaimana investasi dan akses permodalan di bidang usaha pertanian.

Dalam pemaparannya Adi Pramudya berbicara banyak tentang perjalanan usahanya yang jatuh bangun dan banyak menemui kegagalan. Namun hal tersebut tidak membuatnya surut, hingga pada 2010 bergelut pada bisnis rempah sehingga mendulang sukses dan mendapat banyak penghargaan salah satunya penghargaan Kick Andy Heroes.

“Yang penting itu hajar aja dulu, gak apa apa, kita masih muda dan masih banyak kesempatan. Pemuda harus berani action, gak ada alasan lagi gak punya pengalaman, gak punya waktu, gak punya modal, yang penting Action! Action! Action!” Ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Alfi Irfan juga memberikan tips dan trik bagaimana memulai usaha di bidang pertanian yaitu Just do it.

“Tips dan triknya sederhana, Just do it! Lakuin aja. Mau atau tidak, bukan bisa atau tidak bisa. Seperti yang saya lakukan ketika masih mahasiswa mulai usaha dengan menyalurkan produk pertanian dari Bumi ayu ke pasar Kramat Jati sama Tangerang, saya ambil margin Rp.100-200 tetapi sekali pasok puluhan ton. Penghasilan saya 700 ribu sampai 1,5 juta per hari. Walaupun sempat bangkrut akhirnya saya menemukan jalan solusi menuju kesuksesan melalui Agrisocio ini. Intinya permintaan dan peluang itu banyak tinggal kita mau atau gak mengambilnya” tutur Alfi.

Bony Andi Putra dari OJK menambahkan bahwa pertanian adalah sektor yang menjanjikan dan bisa menjadi ladang investasi bagi generasi milenial. OJK juga menilai bahwa saat ini sudah banyak lembaga lembaga keuangan yang terverifikasi oleh OJK dalam memberikan modal usaha.

“Saya kira dalam berwirausaha di bidang pertanian generasi Millenial sudah sangat mudah dalam mengakses modal. Lembaga-lembaga keuangan yang terverifikasi oleh OJK banyak yang bisa memberikan pinjaman modal usaha dan tidak ada alasan lagi untuk tidak berani memulai berwirausaha” imbuhnya. Dialog yang digagas oleh Pemuda Tani Indonesia ini diharapkan bisa merubah pandangan Generasi Milenial bahwa pertanian adalah sektor yang sangat menjanjikan dan tidak ada alasan untuk tidak berkecimpung di dalamnya. (Sony Suroyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here