Bintangtimur.id—-Kupang—-Festival parade 1001 Kuda Sandelwood yang diselengarakan di Pulau Sumba dari tanggal 3 sampai 12 Juli 2017 diharapkan memberikan dampak kepada masyarakat Pulau Sumba.

“Harus ada dampak terhadap sosial ekonomi masyarakat, pendapatan ekonomi masyarakat, ” ujar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, Kasintus Ebu Tho kepada Bintangtimur.id di Kupang (6/6/2017).

Selain memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, festival 1001 Kuda Sandelwood dan festival tenun ikat diharapkan dapat memicu pariwisata di seluruh dataran Pulau Sumba dan dapat menjadi ikon destinasi pariwisata budaya dan pariwisata alam.

“Event memicu potensi daerah di bidang pariwisata sehingga menarik minat wisatawan domestik, asing dan investor untuk menggali sumber daya alam yang ada untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, ” ungkap Kasintus.

Senada, anggota DPRD NTT asal Pulau Sumba, Nodu Puga, mengatakan, festival 1001 kuda dan festival tenun ikat diharapkan mampu memperkenalkan kerajinan asli masyarakat Sumba.

Selain itu, potensi yang dimiliki Pulau Sumba seperti megalitik dan potensi alam dapat dilirik dan menjadi destinasi baru bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.

“Dengan telah dilirik tentunya pertumbuhan ekonomi meningkat dan masyarakat memperoleh pendapatan baru, ” ujarnya. (pat)