Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa yang disebut dengan Plasmodium. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina dan sering muncul pada daerah tropis seperti Indonesia dan negara-negara di Asia lainnya, terutama di Indonesia bagian timur.

Penyakit malaria dapat mengancam jiwa bila tidak ditangani dengan tepat dan segera. Setelah gigitan nyamuk Anopheles terjadi, Plasmodium akan masuk ke dalam tubuh manusia dan menginvasi sel hati hanya dalam beberapa menit. Setelah itu, protozoa ini akan ikut masuk ke dalam aliran darah dalam hitungan minggu.

Selama berada dalam aliran darah, malaria akan merusak sel-sel darah merah sehingga menimbulkan gejala demam. Infeksi ini akan terus berpindah dari satu sel darah merah ke sel darah merah yang lain hingga akhirnya semua sel darah rusak dan timbulah perdarahan serta kerusakan berbagai macam organ.

Penyebab penyakit malaria

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa infeksi protozoa yang disebut dengan Plasmodium.

Terdapat 5 spesies Plasmodium yang memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini pula yang menyebabkan munculnya variasi gejala, lamanya infeksi, dan tingkat keparahan antara penyakit malaria yang satu dengan yang lainnya. Kelima spesies Plasmodium penyakit malaria yaitu:

 

1. Plasmodium falciparum

 

Plasmodium falciparum merupakan malaria paling ganas yang dapat mengancam jiwa. Plasmodium ini menginfeksi semua sel darah merah dan menghasilkan jumlah parasit di dalam darah yang sangat tinggi (>5% sel darah merah terinfeksi). Infeksi malaria karena Plasmodium falciparum akan menimbulkan gejala dan komplikasi yang berat seperti gagal ginjal, koma, anemia berat, dan bahkan berujung pada kematian.

2. Plasmodium vivax

 

Plasmodium vivax hanya menginfeksi sel darah merah yang masih muda. Tingkat parasit dalam darah pun tidak setinggi pada plasmodium falciparum, yaitu kurang dari 2%. Hampir pada 50% penderita malaria dengan infeksi plasmodium vivax akan mengalami relaps/kambuh dalam beberapa minggu hingga 5 tahun sejak serangan pertama.

Hal ini dikarenakan Plasmodium vivax dapat bertahan dengan fase dorman di dalam tubuh. Fase dorman yaitu fase kepompong yang tidak menimbulkan gejala infeksi dan tidak dapat ditembus oleh antibodi. Gejala infeksi akan muncul kembali setelah fase dorman selesai.

 

3. Plasmodium ovale

 

Infeksi Plasmodium ovale secara garis besar mirip dengan Plasmodium vivax. Plasmodium ini hanya menginfeksi sel darah merah yang masih muda/belum matang, memiliki tingkat parasit dalam darah dalam jumlah sedikit, dan tidak lebih berbahaya daripada Plasmodium yang lainnya. Bahkan infeksi Plasmodium ovale dapat sembuh dengan sendirinya tanpa terapi apapun.

 

4. Plasmodium malariae

 

Seseorang yang terinfeksi Plasmodium malariae biasanya tidak menunjukkan gejala apapun untuk periode yang cukup lama, dibandingkan dengan orang yang terinfeksi Plasmodium vivax atau Plasmodium ovale.

Namun, tingkat kekambuhan Plasmodium ini cukup tinggi dibandingkan dengan Plasmodium yang lain dan biasanya menunjukkan gejala yang berhubungan dengan masalah ginjal, yaitu sindrom nefrotik. Sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala yang menunjukkan kebocoran protein pada ginjal. Hal ini timbul karena Plasmodium malariae menyebabkan penumpukan kompleks antigen dan antibodi di dalam ginjal.

5. Plasmodium knowlesi

 

Plasmodium knowlesi pertama kali ditemukan pada seekor kera. Awalnya parasit ini hanya menginfeksi kera dan kerap ditemukan di negara-negara Asia Tenggara. Namun, ternyata plasmodium ini juga dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan kondisi yang fatal. Oleh karena itu, terapi pada malaria yang disebabkan Plasmodium knowlesi dilakukan secara agresif sama seperti pada Plasmodium falciparum.

Beda jenis nyamuk penyebab malaria dan DBD

 

Hati-hati! 8 Gejala Malaria Ini yang Tidak Disadari Bisa Berakibat Fatal

 

Malaria dan demam berdarah sama-sama ditularkan oleh gigitan nyamuk. Hanya saja malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina, sedangkan demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Sekilas kedua nyamuk tersebut tampak sama, tetapi jika diamati dengan lebih seksama, nyamuk tersebut memiliki ciri dan juga cara yang berbeda dalam menghisap darah. Berikut perbedan nyamuk Anopheles dengan nyamuk Aedes Aegypti:

  1. Nyamuk Anopheles memiliki kaki yang berwarna hitam polos, panjang dan lebih besar, sedangkan pada kaki nyamuk Aedes Aegypti terdapat gambaran bintik-bintik hitam putih.
  2. Badan pada nyamuk Anopheles lebih kecil dan pendek, sedangkan pada nyamuk Aedes lebih bulat dan tampak bintik-binitk seperti macan tutul di badannya.
  3. Saat menghisap darah manusia, nyamuk Anopheles akan menunggingkan badannya, sedangkan nyamuk Aedes akan menghisap darah dengan posisi badan sejajar dengan kulit manusia.
  4. Nyamuk Anopheles lebih suka tempat yang kotor dan dapat beredar sepanjang hari, sedangkan pada nyamuk Aedes lebih menyukai genangan air yang bersih dan berkeliaran terutama siang hari.

Cara nyamuk Anopheles menularkan malaria

 

Hati-hati! 8 Gejala Malaria Ini yang Tidak Disadari Bisa Berakibat Fatal

 

Mula-mula sporozoit Plasmodium masuk ke dalam darah manusia melalui gigitan nyamuk betina. Setelah masuk ke dalam darah manusia, sporozoit masuk ke dalam hati dan menembus hepatosit, yaitu sel parenkimal utama yang memegang peran dalam banyak lintasan metabolisme. Disinilah sporozoit berkembang biak menjadi merozoit yang berjumlah ribuan.

Kemudian merozoit masuk ke dalam sel darah merah dan menyerangnya. Merozoit melakukan pembelahan beberapa kali dan menyerang sel darah merah yang lain. Hal inilah yang membuat penderita malaria mengalami demam yang cukup tinggi.

Beberapa merozoit memproduksi gametosit yang nantinya akan diambil oleh si nyamuk betina melalui gigitannya. Kemudian dalam perut si nyamuk akan terjadi pembentukan gamet yang dihasilkan dari gametosit tadi.

Masing-masing gamet menyuburkan diri satu sama lain, kemudian membuntuk zigot motil yang biasa disebut dengan ookinet. Ookinet tersebut kemudian lepas dari perut tengah, lalu menuju ke membran perut luar. Disinilah mereka melakukan pembelahan berkali-kali sampai membentuk sporozoit yang nantinya akan berpindah ke dalam kalenjar liur nyamuk.

 

Gejala penyakit malaria

Penderita penyakit malaria umumnya baru merasakan gejala sakit beberapa hari hingga beberapa minggu setelah terinfeksi. Hal ini dikarenakan masa inkubasi penyakit malaria bervariasi tergantung kekebalan tubuh penderita dan spesies nyamuk penyebabnya. Masa inkubasi adalah masa di mana infeksi protozoa mulai masuk ke dalam tubuh manusia sampai akhirnya menimbulkan gejala.

 

1. Menggigil, demam tinggi, dan berkeringat

 

Hati-hati! 8 Gejala Malaria Ini yang Tidak Disadari Bisa Berakibat Fatal
Gambar: www.taopic.com

 

Tiga gejala di atas adalah gejala khas yang paling sering muncul pada penyakit malaria. Pada mulanya penderita akan menggigil selama 1-2 jam kemudian diikuti dengan demam tinggi. Selanjutnya penderita akan mengeluarkan keringat yang sangat banyak untuk melepaskan panas dan suhu tubuh penderita akan kembali normal atau bahkan lebih rendah.

Gejala klasik tersebut dapat muncul setiap 48 jam sekali atau 72 jam sekali bergantung pada spesies plasmodium yang menginfeksi. Pada plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, dan Plasmodium ovale, demam akan muncul setiap 48 jam sekali (demam tertier), sedangkan pada Plasmodium malariae, demam akan muncul setiap 72 jam sekali (demam kuartier).

 

2. Nyeri pada otot, tulang, dan sakit kepala

 

Gejala ini disebabkan karena reaksi sistem imun dalam tubuh yang mengeluarkan sejumlah senyawa yang berjuang melawan infeksi plasmodium yang sedang terjadi yang disebut dengan sitokin. Senyawa ini bertanggung jawab akan gejala yang muncul pada penyakit malaria termasuk nyeri otot, tulang, dan sakit kepala.

 

3. Rasa lemah dan mudah lelah

 

Hati-hati! 8 Gejala Malaria Ini yang Tidak Disadari Bisa Berakibat Fatal
Gambar: www.emaze.com

 

Rasa lemah dan mudah lelah yang muncul pada penyakit malaria terjadi akibat tubuh mulai kekurangan oksigen akibat rusaknya sel-sel darah merah yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

4. Badan menjadi kuning

 

Jika sudah terjadi komplikasi lebih lanjut, badan penderita malaria akan menjadi kuning. Hal ini berhubungan dengan sel-sel hati yang ikut rusak dan mengacaukan sistem pengeluaran empedu.

5. Anemia

 

Anemia atau penyakit kurang darah jelas terjadi pada penyakit malaria di mana sebagian besar sel darah merah telah dirusak oleh infeksi Plasmodium.

 

6. Mual, muntah, dan nafsu makan menurun

 

Hati-hati! 8 Gejala Malaria Ini yang Tidak Disadari Bisa Berakibat Fatal
Gambar: sormlandsbygden.se

 

Gejala ini muncul akibat keterlibatan organ hati yang terinfeksi oleh plasmodium. Hal ini membuat metabolisme tubuh tidak dapat lagi berjalan dengan baik sehingga menyebabkan timbulnya rasa mual, muntah, dan nafsu makan menurun.

 

7. Limfa membesar

 

Limfa adalah salah satu organ yang juga berfungsi dalam pembentukan sel darah merah. Ketika sel-sel darah merah dalam tubuh dirusak, limfa akan bekerja keras untuk memproduksi kembali sel darah tersebut sehingga mengakibatkan pembesaran limfa. Selain itu, sel darah merah yang rusak tadi akan menumpuk di dalam limfa yang juga menyebabkan limfa membesar.

8. Penurunan kesadaran hingga koma

 

Pada kasus malaria yang sudah mengalami komplikasi ke otak atau yang disebut dengan malaria serebral, penderita akan mengalami kejang pada awalnya kemudian diikuti penurunan kesadaran hingga koma.

 

Cara mencegah malaria

 

Oleh karena begitu fatalnya penyakit malaria, maka kita harus melakukan tindakan pencegahan sedari dini untuk menghindari timbulnya penyakit malaria.

Yang terpenting dalam tindakan mencegah malaria yaitu menghindari gigitan nyamuk pembawa infeksi plasmodium dan memutus rantai kehidupan nyamuk Anopheles betina. Hal-hal tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

 

1. Menjaga kebersihan lingkungan

 

Hati-hati! 8 Gejala Malaria Ini yang Tidak Disadari Bisa Berakibat Fatal
Gambar: www.reference.com

 

Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk menghambat pekembangbiakan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk suka berkembang biak pada tempat yang kotor dan genangan air. Oleh karena itu perlu tindakan 3M yaitu Menguras bak mandi minimal seminggu sekali, Mengubur barang-barang bekas, dan Menutup tempat penampungan air.

 

2. Menggunakan kelambu saat tidur

 

Memasang kelambu saat tidur berguna untuk mencegah gigitan nyamuk. Hal ini cukup efektif untuk mencegah penyakit malaria.

 

3. Menggunakan lotion anti nyamuk

 

Hati-hati! 8 Gejala Malaria Ini yang Tidak Disadari Bisa Berakibat Fatal
Gambar: www.glaubercirurgiaplastica.com.br

 

Menggunakan lotion anti nyamuk dapat dilakukan untuk menghindari gigitan nyamuk. Namun, pastikan bahwa lotion anti nyamuk yang anda gunakan aman bagi kulit dan tidak menimbulkan iritasi. Hati-hati pemakaian lotion anti nyamuk pada anak-anak karena kulit yang lebih sensitif dan risiko tertelan lebih besar.

 

4. Meminum obat profilaksis malaria

 

Pemerintah menganjurkan untuk mengkonsumsi obat-obat profilaksis (obat yang diberikan untuk mencegah penyakit) sebelum seseorang bepergian ke daerah endemis malaria seperti di Indonesia bagian timur.

Obat profilaksis ini harus diminum minimal 1 minggu sebelum berangkat dan terus dilanjutkan selama berada di daerah endemis. Setelah kembali dari daerah endemis pun obat tersebut masih harus tetap dilanjutkan selama 3-4 minggu, tergantung dari jenis obat profilaksis yang diberikan.

Source (familinia.com)

 

Save