Bintangtimur.news – Jakarta – 22 Oktober kemarin, kita semua memperingati Hari Santri. Serangkaian acara dilakukan guna merayakan hari jadi kaum pesantren. Mulai dari kirab, pengajian, hingga berbagai perlombaan. Hari Santri jangan hanya menjadi ajang seremoni belaka, hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan Negeri. Pemerintah mesti berperan aktif agar para santri memiliki kualitas serta daya saing internasional.

Masyarakat umum jangan hanya menikmati Hari Santri saja, tetapi harus mampu meresapi nilai-nilai, ajaran dan norma para santri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sifat santri adalah pembelajar. Karena itu kita semua jangan pernah berhenti untuk mencari ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Di zaman globalisasi saat ini, dibutuhkan banyak ilmu pengetahuan.

Sifat santri adalah penghapal. Karena itu kita semua harus mampu menghafal jati diri kita sebagai Bangsa Indonesia. Hafal akan sejarahnya, hafal akan budayanya, hafal akan norma dan etikanya.

Sifat santri adalah menghormati. Karena itu kita semua harus saling menghormati satu sama lain. Baik dalam persoalan agama, persoalan suku, hingga persoalan sikap politik yang belakangan ini sedang ramai diperbincangkan.

Sifat santri adalah solidaritas. Karena itu kita semua harus mampu mengasah rasa peduli kepada sesama manusia. Solidaritas kepada saudara kita yang sedang tertimpa bencana, solidaritas kepada sesama anak bangsa. Jangan mudah dipecah belah.

Jika kita semua dapat menjiwai dan mengaplikasikan esensi dari hari santri, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang damai, maju, mandiri, berbudaya dan berkarakter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here