Pecahan Uang Ringgit Malaysia

Bintangtimur.news – Fakta yang sulit ditolak bahwa masyarakat Indonesia di wilayah perbatasan NKRI – Malaysia lebih dominan menggunakan mata uang asing. Di wilayah Kalimantan Utara, Tanjung Selor, seperti diberitakan tribunnews, masyarakat lebih suka bertransaksi menggunakan mata uang ringgit. Padahal sepanjang tahun 2017 ini, jumlah uang baru emisi tahun 2016 diedarkan di Provinsi Kaltara mencapai Rp 2 triliun lebih.

Menurut Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kaltara, Hendik Sudaryanto, Rabu (19/9/2017), jumlah uang baru yang sudah beredar mencapai Rp1 triliun. “Sudah beredar setengah dan sementara melalui Bank Kaltim, nanti bank lain juga menyusul. Peredaran uang baru di wilayah Kalimatan Utara dan wilayah perbatasan pada umumnya mendapat perhatian khusus BI.” Kata Hendik.

Berkaitan dengan ini, Bank Indonesia perlu menjamin ketersediaan uang rupiah di wilayah perbatasan melalui penempatan kas keliling di wilayah perbatasan. Kas keliling ini untuk melayani penukaran mata uang dan sosialisasi rupiah kepada masyarakat.

“Kita perlu edukasi masyarakat melalui sosialisasi dan menjamin pemenuhan kebutuhan uang rupiah. Jika kebutuhan sudah terpenuhi tetapi masyarakat tetap gunakan mata uang asing, kita beri sanksi sesuai ketentuan yang berlaku melalui koordinasi dengan aparat setempat.” tegas Hendik.

Hal ini patut menjadi perhatian masyarakat di wilayah perbatasan RI – Malaysia, sebab masyarakat Indonesia di beberapa titik batas masih menggunakan uang ringgit untuk belanja kebutuhan sehari-hari. (AC)