Sumber Photo Jubi/Roy Ratumakin

Jayapura, Jubi – Suasana baru terlihat di Perbatasan negara antara Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG) yang kini sering menjadi destinasi wisata baru saat musim liburan tiba. Kawasan di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura yang diresmikan Presiden RI, Joko Widodo pada 9 Mei 2017 lalu menarik masyarakat Kota Jayapura maupun dari luar Papua.

“Ini merupakan kali ketiga saya ke sini bersama keluarga. Tidak ada yang berbeda namun ketika menginjakkan kaki disini rasanya seperti baru pertama kali,” kata Marzuki Ismail, Warga Kota Jayapura kepada tabloidjubi.com,  Sabtu (30/12/2027).

Izmail menyebutkan banyak objek yang membuat ia dan warga lain sekedar swafoto di lokasi perbatasan antar neara itu. Pantauan Jubi, ribuan masyarakat tumpah ruah hanya untuk sekedar melihat perubahan yang telah dilakukan Pemerintah Papua mempercantik wilayah di perbatasan tersebut.

Briand Bouwn pria keturunan Belanda pun juga takjub dengan keindahan diwilayah perbatasan RI-PNG khususnya di Skouw. Menurutnya, destinasi wisata ini harus tetap terjaga dan dirinya berharap masyarakat yang berkunjung di tempat tersebut dapat menjaga kebersihan.

“Sayang kalau tempat sebagus ini akhirnya hilang keindahan akibat ulah masyarakat yang tidak membuang sampah pada tempatnya,” kata Briand.

Ia kagum dengan aktivitas yang dilakukan kedua negara tersebut, ketika masyarakat dari Papua Nugini selalu hilir mudik melakukan transaksi di pasar perbatasan yang berlokasi di Indonesia. “Saya sempat mendengar percakapan antara pedagang dari Indonesia dengan pembeli dari PNG,” katanya.

Keunikan yang menjadi perhatian dia saat interaksi antar masyarakat dua negara yang berbeda menggunakan bahasa isyarat atau bahasa tubuh. “Mungkin sama-sama tidak saling mengerti bahasa penghubung,” ujarnya.

Kiswanto, salah satu petugas keamanan yang menjaga pintu masuk perbatasan mengatakan, pintu masuk tersebut selalu dibuka setiap hari dan dimulai pada pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 WIT.

“Kalau waktunya pintu di tutup tidak ada masyarakat lagi yang melakuka penyeberangan ke PNG maupun sebaliknya,” kata Kiswanto. (ARS)