Menpora Timor Leste Osoria Florino (kedua dari kanan), Deputi Pembudayaan Olahraga Kemnpora RI Dr. Raden Isnanta (kanan), Bupati Belu Wili Lay, (tengah) Pendiri SSB Bintang Timur Atambua Fary Francis (kedua dari kiri), dr. Sahadewa, penasihat Masigibol NTT (kiri),

Bintangtimur.news – Kupang – Pembangunan Olahraga di kawasan perbatasan Indonesia – Timor Leste terus dilakukan. Selain sepakbola, cabang olahraga lain segera mendapat perhatian kedua pemerintah.

Komitmen tersebut disampaikan Menpora Timor Leste Osoria Florindo dan Menpora Indonesia Imam Nahrowi melalui Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Dr. Raden Isnanta, usai menyaksikan pertandingan persahabatan sepakbola Timnas U-16  Indonesia dan Timor Leste beberapa waktu lalu.

“Kita terus berkomitmen untuk mengembangkan olahraga di wilayah Timor Leste dan Indonesia. Bukan hanya sepakbola, cabang olahraga lain akan kita kembangkan juga, seperti karate, atletik, taekwondo, dan cabang lainnya. Untuk teknisnya, nanti akan kita bicarakan tahap selanjutnya,” ujar Osorio.

Senada dengan Menpora Osoria, Deputi Raden Isnanta juga memiliki komitmen yang sama untuk terus mengembangkan berbagai cabang olahraga antara kedua negara.

“Kita memliki komitmen yang sama dengan Menpora Timor Leste untuk membangun olahraga di kawasan perbatasan. Seperti sepakbola perbatasan yang sudah kita lakukan beberapa kali kegiatannya ini, cabang olahraga lainnya akan kita lakukan yang sama,” ujarnya.

Pegiat olahraga di kawasan perbatasan Fary Djemi Francis mendukung komitmen kedua pemerintah untuk membangun olahraga di perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

“Kerjasama dalam membangun sepakbola perbatasan sudah dilakukan. Ke depan, kita tingkatkan kerjasama peningkatan kualitas pelatih sepakbola di daerah perbatasan. Saat ini kita sedang jajaki teknis pelaksanaannya,” ujar Fary, yang juga Ketua Sport Intelegence PSSI Pusat ini. (AM7)