Bintangtimur.news – Jakarta – 73 tahun Republik Indonesia, tahun ini dimaknai secara khusus oleh anak-anak perbatasan  Indonesia – Timor Leste, di wilayah Kabupaten Belu, NTT.

Ragam cara, beragam aksi, aneka ekspresi dan berbagai ungkapan dalam memaknai 73 tahun Republik Indonesia, dilakukan dengan caranya sendiri sesuai naluri dan rasa kebangsaannya.

Seperti yang ditulis Fary Francis di akun media sosialnya, apa yang dpersembahkan empat anak perbatasan dari Kabupaten Belu, yakni  Joni Marschal Kala, Heri Verdial, Crespo Hale dan Aldo Leki, menunjukkan rasa cinta tanah air dan nasionalismenya yang begitu tinggi untuk Indonesia.

Joni Marschal Kala, siswa SMP di Silawan Kabupaten Belu menjadi viral persis di momen perayaan 17 Agustus 2018. Keberanian, rela berkorban, spontanitas, dan tentunya nasionalisme adalah hasrat yang membuat dirinya nekad memanjat tiang bendera setinggi 15 meter untuk membetulkan tali bendera sehingga sang saka merah putih dapat berkibar di titik batas negeri.

Sehari kemudian, Heri Verdial, siswa Akademi Bintang Timur Atambua bersama timnas sepak bola pelajar U 16 Indonesia berhasil menoreh prestasi membanggakan, menjadi juara pertama dalam Gothia Cup di Guangdou China setelah mengalahkan tim Australia, Korea dan tuan rumah China. Dari Guangdou lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

“Gema kemerdekaan digaungkan. Benar. Kemerdekaan bukan soal negara memberi kita apa, tetapi kita memberi apa pada negara. Heri dkk memberi prestasi membanggakan ini,” ungkap Fary.

Beberapa hari sebelum momen 17 Agustus, lagi-lagi putra perbatasan, jebolan SSB Bintang Timur Atambua, Thomas Rivaldo Fransico Savio atau Aldo Leki dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas U 19 di Jogjakarta.

Aldo adalah kebanggaan anak-anak perbatasan karena melalui talenta sepak bola, ia mendeklarasikan kepada publik bahwa anak-anak perbatasan walau dalam banyak hal terbatas tetapi tidak dapat dibatasi potensi mereka dalam berbagai aspek khususnya sepak bola. Sepak bola melahirkan harapan bahwa Indonesia tidak hanya di pusat kekuasaan, Indonesia juga ada di titik batas.

Sebulan sebelumnya, Crespo Hale, siswa akademi sepak bola Bintang Timur Atambua diundang khusus oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk mengikuti perayaan Hari Anak Nasional di Surabaya.

Crespo adalah kategori anak perbatasan berprestasi, khususnya dalam bidang olahraga. Tahun lalu ia masuk dalam skuad Timnas Pelajar U 16 dalam turnamen Borneo Cup di Malaysia dan tim ini berhasil menjadi juara pertama.

“Dengan potensi, bakat dan talenta, anak-anak perbatasan ini telah memberi warna bagi daerahnya dan bagi negara secara khusus dalam momen merayakan dirgahayu ke-73 bangsa tercinta ini. Mereka anak-anak perbatasan yang memiliki harapan tidak terbatas. Selamat berjuang, terus berprestasi. Dirgahayu Indonesia,” ungkap Fary yang juga Ketua Komisi V DPR RI ini. (AM7/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here