Pengunjung sedang mencoba salah satu fasilitas BRI Digital. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Denpasar – Di sektor industri Perbankan, untuk mendongkrak realisasi pembiayaan dalam pengajuan kredit yang ditargetkan sebesar Rp39,3 triliun di tahun 2018. Boleh jadi, hal itu bukanlah persoalan mudah. Tapi, tunggu dulu. Kabarnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk punya cara jitu agar target tadi dapat terealisasi. Benarkah?

Nah, menyoal hal tersebut, di Bali dan Nusa Tenggara emiten berkode BBRI ini disinyalir bakal menawarkan efisiensi pengajuan kredit melalui sebuah aplikasi dalam jaringan atau daring.

“Waktu kerja akan lebih pendek artinya pegawai bisa bekerja lebih produktif. Saya optimistis (target kredit) tercapai karena cara kerja berbeda sehingga target penyaluran bisa lebih cepat,” kata Pemimpin Wilayah Bank BRI Bali dan Nusa Tenggara Dedi Sunardi di Denpasar, Selasa (30/1).

Bahkan, menurut Dedi, pengajuan kredit secara digital itu rencananya akan mulai dilakukan pada Senin (5/2) melalui aplikasi BRISpot atau sistem perkreditan ‘online’ terpadu khusus untuk pengajuan kredit mikro.

Sementara itu, untuk segmentasi kredit konsumtif, pihaknya memiliki aplikasi yang disebut MyBRI dengan cara pengajuan yang sama dengan kredit mikro.

Kelak, Dedi melanjutkan, ribuan tenaga pemasaran bank plat merah itu akan dibekali dengan telepon pintar untuk proses persyaratan pengajuan kredit yang dibawa oleh calon debitur.

Dan sistem tersebut, lanjut dia, juga terintegrasi dengan sistem lainnya, salah satunya sistem di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil karena calon debitur diwajibkan menggunakan KTP elektronik.

Selain itu, pihaknya akan meminimalkan persyaratan dalam bentuk kertas atau manual sehingga calon debitur mendapatkan kemudahan, kecepatan serta proses yang lebih akuntabilitas.

Menariknya, dengan aplikasi daring itu Dedi menargetkan, bahwa pengajuan kredit yang biasanya diputuskan selama sekitar tujuh hari, ditargetkan sudah dapat diselesaikan hanya dalam dua hari.

Bank yang kali pertama didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadjaitu itu, menargetkan realisasi kredit tahun ini di Kantor Wilayah Denpasar yang membawahi tiga provinsi yakni Bali dan Nusa Tenggara naik 17,2 persen atau sebesar Rp39,3 triliun, melampaui realisasi kredit tahun 2017 yang mencapai Rp33,5 triliun.

Asal tahu saja, dalam kurun waktu tahun 2017, kata Dedi, realisasi kredit di Bali Nusra tumbuh 13,1 persen dibandingkan tahun 2016 yang mencapai Rp29,6 triliun. (RF)