Wakil Direktur Utama BNI, Herry Sidharta bersama Direktur Utama Achmad Baiquni saat Press Conference paparan Kinerja Bank BNI 2017. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS — Jakarta. Awal pekan, Selasa (6/2) pada bulan kedua tahun 2018 ini. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), diketahui telah menurunkan suku bunga depositonya sebesar 25 basis poin (bps) sampai 50 bps. Ada apa?

Herry Sidharta Wakil Direktur Utama Bank plat merah itu menyampaikan, pertimbangan yang di ambil antara lain melihat kondisi likuiditas dan kebutuhan bank.

“Rasanya sudah diturunkan 25 bps sampai 50 bps,” ujar Herry kepada media di Jakarta, Selasa (6/2).

Lantas, kala ditanyakan media di Jakarta, apakah akan ada ruang penurunan kembali? Lulusan Manajemen Keuangan dari Rensselaer Polytechnic Institute, New York USA itu menyampaikan, BNI akan melihat kondisi pasar dan kebijakan suku bunga acuan dari regulator.

Kendati begitu, Herry mengharapkan suku bunga deposito dapat turun agar iklim investasi dapat naik dan perputaran ekonomi dapat lebih kencang.

Asal tahu saja, suku bunga deposito BNI saat ini ada di rentang 4,25% sampai 5,75% tergantung dari jumlah saldo dan jangka waktu simpanan. (RFN)