CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim mengakui, Go-Jek telah menerima investasi dari PT Astra International Tbk sebesar US $ 150 juta atau senilai Rp 2 triliun. (Foto-dok: Astra Life)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta – Isu atau rumor menyoal star-up lokal (Go-Jek) mendapat pendanaan dari sejumlah konsorsium investor, sebetulnya terdengar sejak awal bulan Februari 2018 lalu. Menariknya, PT Astra International Tbk disebut-sebut masuk dalam lingkaran konsorsium tersebut. Tak tanggung-tanggung, pun dana yang disuntikan itu mencapai Rp2 triliun.

Kendati rumor itu sempat ditampik oleh Tira Adianti, Investor Relation ASII Menurut Tira, kabar keikutsertaan ASII dalam konsorsium tersebut hanyalah rumor. “Kami juga tidak ingin mengomentari rumor atau spekulasi di market,” tegas Tira seperti dikutip dari laman kontan.co.id, Selasa (6/2).

Selain itu, isu tersebut juga membeberkan alasan ASII ikut dalam konsorsium pendanaan itu. ASII akan menjadi lebih mudah menjual komponen otomotif yang digunakan oleh para pengemudi Go-Jek.

Nah, kini CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim mengakui, perusahaannya telah menerima investasi dari PT Astra International Tbk sebesar US $ 150 juta atau senilai Rp 2 triliun. “Pendanaan ini merupakan ronde yang sama dengan Temasek dan Google. Astra adalah yang terbesar,” ungkap Nadiem dalam konferensi pers pada Senin (12/2).

Disisi lain, President dan Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo juga menjelaskan, melalui pendanaan itu Go-Jek akan mengembangkan inovasi konsumen, driver dan mitra Go-Food. Dengan masuknya Astra, Andre menyatakan Go-Jek akan meningkatkan bisnis online to offline (O2O).

“Pendanaan ini akan digunakan untuk inovasi bagi wong cilik, UKM, driver yang susah mencari pendapatan. Go-Jek akan bentuk platform bagi mereka agar dapat memberi pelayanan bagi kalangan menengah ke atas. Jadi kita pertemukan,” kata Nadiem.

Dengan pendanaan baru tersebut, Nadiem juga memiliki rencana untuk mengembangkan layanan Go-Jek hingga ke Papua dalam kurung waktu 6-12 bulan ke depan.

Sekedar informasi, total suntikan dana sebesar US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 16,32 triliun (kurs Rp 13.600 per dollar AS) itu. Dari jumlah sebesar, Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun disebut-sebut merupakan porsi ASII. Sisanya, merupakan suntikan dana dari induk Google, Alphabet, Kohlberg Kravis Roberts (KKR), dan sejumlah investor asing lainnya.

Ya, lewat kerja sama ini, setidaknya, ASII akan mendapat pemasukan baru dengan lebih mudah menjual komponen otomotif yang digunakan oleh para pengemudi Go-Jek. (RFN)