BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. – Kalangan pebisnis di sektor infrastruktur, properti, pariwisata, kesehatan, dan consumer goods, siap-siap saja kebanjiran omset menggiurkan. Ya, setidaknya, sektor-sektor tadi diramalkan bakal bersinar di 2018 yang bershio anjing tanah.

Hal senada juga dikatakan oleh Dr. Aviliani SE, MSi, Ekonom sekaligus Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas). Aviliani bilang, sektor infastruktur adalah yang paling bersinar. Alasannya, banyak proyek pembangunan infrastruktur yang saat ini dilakukan pemerintah. Kondisi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dengan banyaknya pembangunan infrastruktur yang merupakan program pemerintah, otomatis membutuhkan banyak tenaga kerja juga. Sehingga berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Aviliani di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (7/3).

Lantas, untuk sektor pariwisata, kata Aviliani, tidak kalah bersinarnya. Bisnis yang berhubungan dengan pariwisata diprediksi bakal menjadi salah satu andalan bagi pertumbuhan ekonomi. “Pariwasata dan turunannya ini juga masih tumbuh. Masyarakat saat ini lebih menikmati leisure dan otomatis juga akan berwisata kuliner, terutama untuk kelompok menengah,” ujarnya.

Dan untuk sektor kesehatan, menurut Peneliti UI dan INDEF ini, kehadiran BPJS Kesehatan membuat sektor ini terus tumbuh. Pola hidup yang terus berubah, juga mendorong perusahaan farmasi untuk berekspansi ke bisnis makanan sehat.

Lihat saja, kata Aviliani, teknologi yang terus berkembang juga akan mendorong perusahaan-perusahaan di sektor komunikasi dan telekomunikasi untuk memperbesar bisnisnya. Hal ini terlihat, dari jumlah perusahaan financial technology (fintech) yang meningkat dari 160 perusahaan menjadi 235 perusahaan di 2017.

“Sektor keuangan juga diprediksi berkembang terus. Di mana pada tahun 2030, 45% industri keuangan akan didominasi non-bank dan lebih banyak masuk dalam sekuritas, reksa dana, asuransi,” kata wanita kelahiran Malang, Jawa Timur, 56 tahun lalu itu.

Nah, sementara itu, untuk sektor manufaktur, agrobisnis, dan mining (tambang) juga diprediksi akan bertumbuh meskipun tidak begitu signifikan. (RFN)