Direktur Utama Bank BNI bersama Menteri BUMN Rini Soemarno, secara simbolis menyerahkan penyaluran KUR untuk petani Penggarap Perhutanan Sosial. (Foto-dok: Corporate Secretary BNI)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) diberi mandat oleh pemerintah, agar BNI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para petani penggarap lahan hutan. Ya, lewat Program Perhutanan Sosial yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Kabarnya, penyaluran KUR tersebut dilengkapi dengan Kartu Tani dan perlengkapan pendukung produksi pertanian dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) serta program BUMN Cash For Work.

Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni mengungkapkan, untuk mewujudkan cita-cita mensejahterakan masyarakat penggarap lahan hutan, BNI dilibatkan sebagai lembaga keuangan yang dapat menyalurkan pembiayaan sekaligus mempercepat peningkatan literasi keuangan di kawasan hutan terutama lahan kritis atau lahan gundul sekitar hutan.

“Untuk itu, BNI mengajak para petani penggarap lahan hutan menjadi masyarakat yang aktif melakukan transaksi perbankan, dan mengubah mereka dari masyarakat yang bukan nasabah menjadi nasabah BNI.”ujar Baiquni dalam keterangan resmi yang diterima bintangtimur.news, Jum’at (9/3).

Baiquni bilang, BNI menjadi bank pertama yang menyalurkan pembiayaan KUR dengan kerangka Program Perhutanan Sosial tahap pertama bagi petani penggarap di Probolinggo, Jember, Lumajang, Madiun, Tulungagung, dan Tuban.

“Di enam lokasi tersebut telah disalurkan KUR kepada 1.715 petani penggarap sebesar Rp 10,44 miliar dengan total luas lahan 5.717 Hektar (Ha) di 6 kabupaten yang di Jawa Timur.” kata Baiquni.

Sekedar informasi, adapun para petani yang menerima SK IPHPS dan KULIN-KK tahap pertama sebanyak 2.778 petani. Selain itu, BNI juga akan terus   mendistrisbusikan KUR kepada sisa petani penggarap lainnya pada penyaluran KUR BNI tahap kedua nanti.

Lantas, untuk tahun 2018 ini, Program Perhutanan Sosial akan diperluas hingga di ketiga kabupaten, yaitu Malang, Blitar, dan Bojonegoro. Dengan demikian, total luas lahan Perhutanan Sosial yang didukung BNI seluas 14.713,5 Ha dengan total jumlah petani penerima SK sebanyak 11.921 orang. (RFN)