Peserta Bincang-bincang Entrepenuer Hipka NTT foto bersama dengan narasumber usai kegiatan, Sabtu (9/6).

Bintangtimur.news – Kupang – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha Korps Alumni HMI (Hipka) NTT membuat satu terobosan baru dalam menggairahkan calon pengusaha muda NTT yang tergabung dalam Hipka NTT.

Untuk menggairahkan entrepenuer muda tersebut, Hipka NTT menghadirkan para pengusaha muda NTT yang sukses dalam usahnya. Tujuannya, para pengusaha tersebut bisa berbagi pengalaman berkaitan dengan kesuksesan mereka dalam membangun usahanya.

“Ini merupakan agenda kegiatan kita dalam membantu para pengusaha muda di organisasi ini. Upaya yang paling cepat adalah kita mendatangkan para pengusaha muda sukses di NTT, agar mereka bisa berbagi pengalaman, memberi testimoni, bagaimana mereka bisa sukses seperti sekarang ini,” ujar Ketua BPW Hipka NTT Taufik Adrean, dalam sambutan pembukaannya, di Hotel Amaris, Sabtu (9/6).

Menurut Taufik, beberapa pengusaha muda sukses yang diundang adalah Owner Fried Chicke Brotus (FCB) H. Taufik, Owner Tar Susu Kupang Ummi Nashwa, pengusaha mobil berkas dan seluler H. Nursyam, Akademisi Bisnis Undana Kupang Indri Astuti, Sekjen Hipka NTT Samsul Bahri, Pegadaian Kupang Erens Blegur, dan H. Mukhsin Thalib.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan anggota Hipka NTT, pengurus HMI Cabang Kupang, KAHMI Kota Kupang, dan KAHMI NTT.

Menurut Taufik, potensi entrepenuer dari kalangan Hipka NTT sangat besar, namun penggalian potensi tersebut belum dilakukan dengan baik dan benar. Mencermati itu, kehadiran para pengusaha sukses ini, bisa menjelaskan kepada calon pengusaha muda Hipka ini agar tidak perlu takut berusaha, karena dengan usaha yang benar, bisa berhasil dan membantu banyak orang.

“Saya berharap, kegiatan ini bisa mencetak pengusaha muda NTT asal Hipka yang bisa bersaing sehat, dan tidak pernah takut gagal. Kegagalan dalam setiap tahapan berusaha adalah cara Allah untuk menguji hambanya, karena Allah sudah sediakan keberhasilan di depannya. Tentu yang palng utama adalah sabar dan yakin usaha sampai,” ujarnya.

Owner Tar Susu Kupang Ummi Nashwa menjelaskan, kehadiran Tar Susu Kupang bukan hal yang muda. Namun berkat keuletan dan kerja keras, maka Tar Susu Kupang bisa berkembang seperti saat ini.

“Yang paling penting adalah tidak malu untuk berusaha. Setiap proses kegagalan adalah batu loncatan untuk menggapai kesuksesan. Mulailah dari hal yang kecil, pasti mendapatkan keberhasilan yang besar,” ungkap Ummi Nashwa yang mengaku usahanya menghasilkjan keuntungan perhari bisa mencari Rp 1 juta

Taufik, Owner FC Brotus mengatakan, proses menggapai sukses seperti saat ini memiliki jalan panjang dan penuh lika liku. Tidak sedikit air mata dia jatuhkan untuk menggapai kesuksesan ini.

“Teman-teman pasti melihat saya hari ini. tapi semua tidak pernah tahu bahwa sebelum saya seperti ini, banyak cobaan yang datang kepada saya. Memiliki hutang Rp 1,2 miliar, ditipu teman sendiri 100 juta lebih, dan setumpuk persoalan saya hadapi. Bahkan saya pernah stress menghadapi semua ini. Namun berkat kekuatan doa dan yakin akan pertolongan Allah, semua persoalan itu satu persatu tuntas dijalankan”

“Bahkan sampai hari inipun semua utang saya sudah lunas. Semua itu, karena ketekunan dan kerja keras. Tentu yang paling penting dari semua itu adalah kita harus memiliki mental berani boros. Maksudnya adalah, kita harus memiliki mental  sadaqah . Kita tidak pernah rugi kalau boros untuk sadaqah, karena janji Allah itu pasti. Allah akan bayar tuntas semua yang kita keluarkan. Selain itu, meminta doa dari orang tua khususnya ibu kita juga sangat penting. Tidak ada yang tidak mungkin, kalau ibu kita sudah mendoakan kita,” ungkap Taufik yang juga anggota Masgibol ini.

“Saya mengajak teman-teman calon pengusaha muda ini untuk tidak takut berusaha. Mulai dari sekarang dan tidak perlu takut gagal, karena keberhasilan itu akan datang dari tapak-tapak kegagalan,” pungkas pria murah senyum asal Makassar ini.

Sementara Nursyam dalam testimoninya meyakinkan kepada calon pengusaha muda agar tidak perlu takut berusaha. Potensi bisnis di NTT sangat besar, tinggal bagaimana melihat potensi itu menjadikan usaha yang sukses, itu adalah kejelian dari pengusaha.

“Saya yakin, kalau semua sudah muali serius untuk membuka usaha, kesuksesan itu sudah di depan mata, tinggal kita mau melangkah atau diam ditempat,” ujarnya.

Erens Blegur dari pegadaian mengungkapkan, setiap pengusaha tentu memiliki kendala dalam permodalan. Pegadaian hadir untuk membantu rakyat Indonesai yang mengalami kesulitan itu.

“Pegadaian memiliki banyak produk untuk membantu mengatasi kesulitan. Salah satu produk yaitu tabungan emas. Silakan para pengusaha mencoba produk ini dan produk lannya, kami siap membantu dan siap mengatasi masalah tanpa masalah usaha anda semua,” ujarnya.

Pada bagian akhir, Sekjen Hipka NTT Samsul Bahri mengajak semua peserta untuk melakukan komitmen berusaha dengan rencana tindak lanjut kegiatan bincang-bincang ini.

“Kita berharap output dari kegiatan ini minimal 1-2 pengusaha muda kita bisa berhasil. Kita harus kawal bersama, dan memulai dari rencana apa yang mau dikerjakan terlebih dahulu,” ujarnya.

H Mukhsin Talin meminta kepada pengusaha Hipka harus mencontohi Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pengusaha sukses bersama istrinya Siti Khadijah.

“Pengusaha memiliki 9 pintu rejeki, sedangkan di luar pengusaha seperti PNS hanya mmeiliki 1 pintu rejeki. Karena itu, para pengusaha ini jangan ragu untuk memulai, yakin dan percaya bahwa Allah bersama dengan orang-orang yang sukses dalam ekonomi,” ungkapnya. (AM7)