Ilustrasi - Transaksi modal dan finansial yang mencatat surplus cukup besar, terutama bersumber dari investasi langsung dan investasi portofolio.(Ilustrasi-dok: Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta – Bank Indonesia memperdiksi, bahwa momentum pemulihan ekonomi negeri ini bakal terus berlanjut. Kendati tidak lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Namun, mempunyai struktur yang cukup membaik dengan investasi dan ekspor yang tumbuh tinggi. Benarkah demikian?

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, daerah penghasil komoditas juga tumbuh tinggi, seperti di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. “Ketiganya, sebagai daerah penghasil komoditas yang mencatat pertumbuhan relatif tinggi sejalan dengan peningkatan harga komoditas,” kata Mirza kepada media di Jakarta, (11/2).

Sementara itu, jika kita menoleh pada inflasi tahun 2017, lalu. Tercatat, terkendali pada level yang rendah di kisaran 4% plus minus sekitar 1%. Secara keseluruhan tahun, inflasi 2017 mencapai 3,61% (yoy). Dengan perkembangan ini, inflasi dalam tiga tahun berturut turut berhasil dikendalikan dalam kisaran sasaran.

Nah, sedangkan pada Januari 2018, IHK berada dalam level 3,25% (yoy), dan sebesar 0,62% (mtm). Adapun neraca pembayaran Indonesia kuartal IV 2017 tercatat surplus sebesar USD1,0 miliar.

Disisi lain, Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan juga mengatakan, hal tersebut ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang mencatat surplus cukup besar, terutama bersumber dari investasi langsung dan investasi portofolio. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tetap terkendali dalam batas yang aman.

“Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2017 meningkat menjadi USD130,2 miliar, tertinggi dalam sejarah,” katanya.

Lantas, Junanto juga menyampaikan, cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,3 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional.

Sementara itu, surplus transaksi modal dan finansial ditopang oleh optimisme terhadap prospek ekonomi domestik dan menariknya imbal hasil keuangan domestik. Selain itu, surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal IV/2017 tercatat sebesar USD6,5 miliar terutama bersumber dari surplus investasi langsung dan investasi portofolio.

Maka untuk keseluruhan tahun, Junanto menambahkan, NPI 2017 mencatatkan surplus yang relatif besar dengan defisit transaksi berjalan yang terus membaik dan terkendali di bawah 2,0% dari PDB.

Sekedar informasi, surplus NPI 2017 tercatat sebesar USD11,6 miliar yang ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio. Hal itu, sejalan dengan membaiknya persepsi investor terhadap prospek perekonomian domestik. (RFN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here