Aktifitas karyawan BRI (foto istimewa)

Bintangtimur.news – Jakarta – Sektor perbankan disebut-sebut tengah gencar melakukan efisiensi, dengan memberhentikan karyawan. Akan tetapi, PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) menegaskan bahwa tidak melakukan pengurangan karyawan.

Menurut Direktur UMKM BRI Priyastomo, efisiensi SDM manajemen lakukan dengan menggeser karyawan di posisi support atau di bidang pelayanan ke departemen penjualan atau marketing. Saat ini komposisi dari sekitar 130 ribu karyawan BRI 55% merupakan karyawan support dan 45% merupakan karyawan penjualan.

“Ke depan support kita kurangi, kita akan alihkan ke marketing yang akan ditambah,” kata Priyastomo saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/11).

Nantinya, lanjut dia, karyawan di bidang support akan dialihkan menjadi marketing, sehingga persentase karyawan akan berubah 60% untuk penjualan dan 40% untuk karyawan support.

“Kita juga punya banyak anak usaha. Kita akan alihkan ke anak usaha yang membutuhkan karyawan,” tambahnya.

Perombakan dengan mutasi, kata Tomo, ialah sebagai dampak dari proses digitalisasi perbankan. Kini dengan adanya digital banking maka kebutuhan akan karyawan di sisi pelayanan akan berkurang.

Lebih lanjut, Direktur Strategi Bisnis dan Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, BRI memang sedang serius mengembangkan digital banking. Hal ini tertuang pada belanja modal (capital expenditure/capex) yang ditambah dari Rp5 triliun di 2017 menjadi Rp7 triliun pada 2018.

“Untuk penggunaannya 40% tahun ini untuk IT, tahun dengan 40-50% juga untuk IT. Ini bukti keseriusan BRI memangkas proses operasional lebih singkat. Bagi BRI tentu akan lebih murah. Tapi kami tidak ingin merumahkan karyawan, itu jadi pilihan terakhir, atau bahkan tidak jadi pilihan. Sebab kami banyak anak usaha yang bisa dioptimalisasikan,” jelas Haru. (AM7/MI/OL-6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here