Anggota Komisi VII DPR RI Katherine Angela Oendoen dan Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili Ikut meresmikan SPBU Modular Paloh yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Komite BPH Migas M. Ibnu Fajar yang didampingi Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Harya Adityawarman, General Manager MOR VI PT Pertamina (Persero) Yanuar Budi Hartanto. (foto-dok: Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta – Belum lama ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan, untuk merealisasikan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga memiliki tantangan yang sangat besar. Kendati begitu, Kementerian ESDM telah sukses merampungkan program strategis nasional tersebut hingga tercapai 100% di tahun 2017 lalu.

“Ini (BBM satu harga) program strategis nasional ini satu-satunya program Kementerian ESDM yang tercapai 100%. Mungkin karena Kepala BPH Migasnya masih muda dan masih suka keliling. Saya telepon lagi di Merauke, saya telpon lagi di Larantuka. Waktu peresmian oleh Pesiden di Pontianak waktu 29 Desember, kepala BPH juga berkeliling ke timur, terakhir di Larantuka,” ujar Jonan di Kantor Kementerian ESDM.

Sekedar Informasi, hingga akhir Desember 2017 lalu, Kementerian ESDM bersama PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk telah berhasil merealisasikan program BBM satu harga di 54 titik di wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) di Indonesia. Pertamina sendiri telah sukses merealisasikan BBM satu harga itu di 54 titik. Sementara, PT AKR Corporindo Tbk pun berhasil merealisasikan BBM satu harga di tiga titik saja.

“Mengenai BBM satu harga, saya terimakasih ke Pertamina besar sekali, 54 titik sudah dikerjakan sampai Desember tahun lalu. AKR tiga titik. Nah, tahun ini targetnya ada 54 titik,” tutur Jonan.

Sebetulnya, Mantan Menteri Perhubungan ini juga merencanakan bakal kembali menargetkan serta merealisasikan program yang sama di 54 titik lagi untuk tahun 2018. Sebab, Kementerian ESDM menargetkan seluruh program strategis nasional itu mesti terealisasi sebanyak 150 titik hingga akhir tahun 2019, mendatang.

“Kapan selesai program ini? Harapannya selesai Desember 2019 sekitar 150 titik atau 150 kecamatan. Memang ini program tiga tahun, enggak bisa satu tahun karena daerahnya juga tidak mudah,” kata Jonan. (RF)