Kontraktor sedang mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur Gas milik PGN. (Foto-dok: Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. – Sudah sejak dari tahun 2017 lalu, rencana PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bakal membangun infrasturktur gas di Indonesia Timur. Tapi, nyatanya, rencana itu hingga saat ini belum dapat terealisasi.

Danny Praditya, Direktur Komersial PGN mengatakan, rencana PGN untuk membangun infrastuktur gas di Indonesia Timur tetap berjalan. “Kami sama-sama semua stakeholder ingin ada akselerasi untuk infrastruktur. insya Allah kami bisa bersinergi untuk mengakselerasi,” kata Danny kepada media di Jakarta, (8/2).

Lantas, Denny menyampaikan, PGN masih perlu melakukan finalisasi rencana pembangunan infrastuktur gas di Indonesia Timur tersebut. Perseroan itu pun saat ini masih mengintegrasikan seluruh infromasi untuk membuat rencana pembangunan infrastruktur gas yang baik dan realistis. Sebab membangun infrastruktur gas di Indonesia Timur tidak mudah.

Pun Danny mengatakan, kebutuhan gas di wilayah Indonesia Timur memang cukup banyak terutama dengan adanya kebutuhan gas dari PLN, industri, hingga smelter. Namun untuk menyuplai gas ke wilayah Indonesia Timur dibutuhkan infrastruktur yang berbeda dari Pulau Jawa. Jika di pulau Jawa transportasi gas banyak menggunakan pipa, maka di Indonesia Timur justru tidak bisa menggunakan pipa gas.

Sementara, wilayah Indonesia Timur juga terdiri dari banyak pulau kecil yang letaknya tersebar. Oleh sebab itu untuk menyuplai gas ke wilayah Indonesia Timur dibutuhkan receiving terminal untuk LNG dan kapal-kapal pengangkut LNG berukuran medium.

Untuk itulah, PGN memerlukan waktu untuk merancang rencana pembangunan infrastuktur gas. Selain itu, Danny juga belum bisa menyebut jumlah capital expenditure (capex) tahun ini. Apalagi menurutnya, capex PGN di tahun 2018 bisa berubah terus seiring dengan berjalannya Holding BUMN Migas. (RFN)