Wakil Menteri Arcandra Tahar pun membuka pintu sesuai kapasitasnya secara terbuka terhadap diskusi, review, pembicaraan terkait insentif, gross split, menyoal penawaran dari 26 WK bila diperlukan. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah merilis penawaran atas 24 Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi di tahun 2018. Bahkan, belakangan Wakil Menteri Arcandra Tahar pun membuka pintu sesuai kapasitasnya secara terbuka terhadap diskusi, review, pembicaraan terkait insentif, gross split, menyoal penawaran dari 26 WK bila diperlukan.

Seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, informasinya Wilayah Kerja tersebut dengan rincian 24 WK Migas Konvensional dan 2 WK Migas Non Konvensional, dimana seluruhnya menggunakan skema Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

“Sesuai janji kami bahwa pertengahan Februari launching first bid round untuk tahun ini akan kami laksanakan, dan kami penuhi janjinya,” ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengawali sambutan usai diumumkannya penawaran WK oleh Plt. Dirjen Migas, Ego Syahrial, Senin (19/2).

Lantas, menyoal pengumuman juga penawaran kali ini, pun hadir puluhan perwakilan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Indonesia, baik KKKS skala besar/menengah hingga KKKS skala kecil, nasional maupun internasional, antara lain dari PT Total E&P Indonesie, PT Medco Energy, Mubadala Petroleum, Petronas, PT Eni, Lion Energy, Petrochina, PT Pertamina, PT Saka Energi Indonesia, dan Bumi Siak Pusako.

Kala itu, Waman Arcandra juga mengungkapkan, dirinya berharap setidaknya 50% dari keseluruhan WK yang ditawarkan akan diminati investor. Untuk itu, pihaknya membuka lebar kesempatan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam diskusi yang berkaitan dengan lelang WK Migas ini.

“Jika kami dapat membantu sesuai kapasitas kami, silahkan beritahu kami, saya terbuka terhadap diskusi, review, pembicaraan terkait insentif, gross split, jika anda butuh berbicara kepada saya, silahkan datang,” ungkap Arcandra.

Selain itu, kepada seluruh KKKS yang hadir pun Arcandra berpesan, untuk dapat melihat data lebih dalam lagi, dan jika berminat agar dapat mengajukan dokumen lelang secepatnya. “Kalau sudah ada minatnya silahkan ajukan secepatnya, yang berhubungan dengan insentif dan lain lain itu (didiskusikan) setelah ambil dokumennya,” kata Arcandra.

Lulusan S3 Texas A&M Univeristy Ocean Engineering (Doctor of Philosophy) ini juga menegaskan, bahwa pihaknya siap menyediakan berbagai data yang dibutuhkan investor agar dapat mempelajari lebih dalam lagi. “Berapapun datanya, kalau ada multi-client data yang tersedia, kalau kita tahu nanti kita kasih tahu,” tegas Arcandra.

Sekedar informasi, untuk 24 WK Migas Konvensional ditawarkan dengan dua cara, yaitu 5 WK ditawarkan melalui mekanisme Penawaran Langsung, sedangkan 19 WK sisanya di tawarkan dengan mekanisme Lelang Regular. Sedangkan 2 WK Migas Non Konvensional seluruhnya ditawarkan melalui mekanisme Penawaran Langsung.

Sementara itu, WK Migas Konvensional yang ditawarkan melalui mekanisme Penawaran Langsung dengan wilayah terluas, adalah WK East Seram yang berlokasi di onshore/offshore Maluku dengan total area sebesar 6.504,32 km2 dengan bonus tanda tangan minimal sebesar US$ 500.000.

Sedangkan, untuk WK Migas Konvensional dengan mekanisme Lelang Reguler, terluas adalah WK Andika Bumi Kita yang terletak di offshore Jawa Timur, juga dengan bonus tanda tangan minimal sebesar US$ 500.000.

Nah, menyoal penawaran WK Migas Non Konvensional terluas, adalah WK MNK (shale hydrocarbon) Sumut Tenggara yang terletak di onshore Sumatera Utara dengan total luas wilayah sebesar 2.888,36 km2 dan juga bonus tanda tangan minimal sebesar US$500.000. (RFN)