"Jadi yang tidak CnC akan kami cabut. Yang CnC yang akan kami kasih izin. Tidak ada excuse," kata Arcandra di Jakarta, Jumat (30/3). (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. – Agar perusahaan tambang tertib, terutama soal menjaga penerapan standar keselamatan para pekerja. Kabarnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar bakal segera mencopot Izin Usaha Pertambangan (IUP) bagi perusahaan pertambangan yang masih belum berstatus Clear and Clean.

“Jadi yang tidak CnC akan kami cabut. Yang CnC yang akan kami kasih izin. Tidak ada excuse,” kata Arcandra dalam rilis di Jakarta, Jumat (30/3).

Arcandra bilang, dampak dari keberadaan tambang non-CnC akan menganggu aktivitas pertambangan disebabkan tidak ada standar penerapan keselamatan para pekerja. “Siapa yang terganggu? Kita semua. Nyawa manusia itu sama, makanya standar safety-nya harus sama,” ujarnya.

Selain itu, kata Arcandra, dampak lain yang ditimbulkan adalah sering kali terjadinya tumpang tindih lahan hingga titik koordinat di lapangan yang tidak sesuai perizinan.

Nah, jika kita melirik data yang dilansir oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, hingga saat ini masih terdapat 2.595 IUP yang belum berstatus CnC yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, untuk menertibkan tambang rakyat, menurut Arcandra, pemerintah menganjurkan agar menjalankan regulasi yang telah ditetapkan.

“Alangkah indahnya, jika tambang rakyat itu juga mengikuti peraturan yang ada. Peraturan itu dibikin bukan untuk mempersusah. Ikuti standar keamanan,” pungkas Arcandra.

Asal tahu saja, berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, sebanyak 6.565 IUP telah dinyatakan CnC. Sementara itu, dari hasil koordinasi dan supervisi yang dilakukan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain IUP yang telah berstatus CnC tersebut, terdapat 2.595 IUP yang dicabut pada periode 2015-2017. (RFN)