Bintangtimur.id-NTT—AIR dan listrik masih menjadi masalah serius di wilayah perbatasan.  Hampir semua wilayah di Provinsi NTT masih belum ‘merdeka’ dari air dan listrik.

Dinamika pengeluhan masyarakat perbatasan tersebut disampaikan langsung beberapa warga, saat dialog dengan Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis, dalam masa reses DPR RI di Kota dan Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Timor Tengah Utara,  Selasa (28/2)-Rabu (1/3).

Kepala Desa Kuenheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang Semin R Polin mengatakan, wilayahnya termasuk daerah sangat kekurangan air bersih. Karena itu, pihaknya mendorong agar segera dibangun fasilitas yang bisa memberikan air bersih untuk warganya. “Selama ini mayoritas warga di desa ini harus ambil air bersih beberapa kilo dari tempat tinggal kami. Keprihatinan ini kami harapkan tidak terulang lagi di masa mendatang, sehingga kami mengharapkan bantuan pemerintah melalui anggota DPR RI, sehingga kebutuhan vital ini bisa terpenuhi,” ujar polin.

Senada dengan Polin, Victoria Fina dan Stefanus Bano, warga Desa Oelnino, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, mengeluhkan hal yang sama. Listrik dan air bagi mereka seperti barang langka. Karena itu, mereka sangat mengharapkan bantuan listrik dan air bersih, sehingga kehidupan mereka sama dengan warga Indonesia lainnya.

“Kami berterima kasih ada Bapak anggota Dewan dari Jakarta yang mau dating dengar aspirasi kami. Kami warga di sini tidak minta banyak, yang penting bantu kami listrik dan air, serta modal pemberdayaan ekonomi, itu sudah sangat bagus,” ujar Fina.

Bagi Bano, beberapa bantuan pemerintah sudah mereka rasakan. Namun, bantuan air dan listrik belum dirasakan semuanya. “Kami yakin pemerintah tidak tinggal diam melihat kesusahan kami berkaitan dengan listrik dan air. Kami ingin listrik yang ada jangan sering mati, dan yang belum ada listrik bisa segera dibangun jaringannya. Begitu pula berkaitan dengan air bersih, kami tetap butuh bantuan pemerintah dan DPR RI,” tegasnya.

Sementara Kepala Desa Pene Utara Joni Nenobata mengatakan, persoalan listrik dan air bersih di wilayahnya masih belum tuntas. Masih banyak warga yang belum nikmati listrik dan fasilitas air bersih. “Kami terus berharap bantuan pemerintah dan DPR RI, sehingga bisa mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan jaringan  listrik dan air bersih,” tegasnya.

Tokoh pemuda Timor Tengah Utara Kristo Haki menegaskan, beberapa wilayah di Kabupaten Timor Tengah Utara yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, kondisinya masih memprihatinkan. Persoalan air dan listrik masih menjadi masalah serius.

“Dukungan Pemerintah Pusat melalui Komisi V DPR RI sudah sant baik. Tentu saja, dukungan seperti ini harus terus ditingkatkan untuk warga di daerah perbatasan. Kalau perbatasan sudah bagus, tentu mencerminkan wajah Indonesia, karena daerah perbatasan saat ini bukan daerah terbelakang lagi, namun sudah menjadi daerah terdepan Indonesia. Karena itu, daerah terdepan harus lebih maju dan berkembang,” tegasnya.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis memberi apresiasi kepada warga perbatasan yang memahami betul kondisi atau masalah di wilayahnya masing-masing. Pemerintah dan DPR RI tidak pernah tinggal diam. Berbagai cara terus dilakukan agar wilayah perbatasan harus lebih maju. “Sikap Presiden kita sudah jelas yaitu membangun dari daerah perbatasan. Karena itu, tidak ada alasan kalau pemerintah dan DPR RI tidak mendukung proses pembangunan di daerah perbatasan,” ujarnya.

Fary meminta masyarakat perbatasan agar bisa memahami sistem pengelolaan keuangan negara yang sudah menentukan skala prioritasnya. “Banyaknya rasionalisasi anggaran membuat beberapa usulan yang berkaitan dengan air dan listrik terpaksa dipending. Namun, setiap tahun tetap kita luncurkan sesuai dengan prioritas kebutuhan masing-masing wilayah se-Indonesia,” ujarnya.

Untuk warga di Kabupaten TTS, diharapkan untuk mendukung pembangunan Bendungan Temef. Karena, kalau bendungan ini jadi, maka persoalan air bersih dan listrik langsung teratasi. “Kita minta sekarang dukung penuh pembangunan Bendungan Temef dulu. Kalau sudah jadi, wilayah TTS dan TTU bisa dibantu air bersih dan listriknya dari bendungan ini,” tegasnya. (aps)