BPJS-TK cabang Manado melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Manado. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Manado –  Ada kabar baik bagi seluruh pekerja di Kota Manado, baik itu tenaga kerja di sektor formal maupun informal bakal di cover oleh Badan Peneyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK). Lantaran, BPJS-TK cabang Manado sudah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Manado.

“Selama 2017 sampai 31 Desember dari target iuran tenaga kerja baik bukan pekerja upah (BPU) atau informal atau BPU yang masuk program perlindungan realisasinya 110%,” kata Kepala BPJS-TK Cabang Sulawesi Utara, Asri Basir, Manado, Rabu (31/1).

Kendati, menurut Asri, masih banyak tenaga kerja yang belum tercover BPJS-TK. Sedangkan jaminan yang sudah dibayarkan ke peserta selama 2017 sebesar Rp128.8 miliar dengan kasus sebanyak 13.950 orang.

“Ada beberapa kegiatan untuk meningkatkan kepesertaan telah dilakukan di tahun lalu, termasuk telah diterbitkannya 10 regulasi tentang peningkatan kepesertaan BPJS-TK di Sulut oleh gubernur,” menurut Asri.

Lantas, ke-10 regulasi itu telah dikirim ke seluruh kabupaten dan kota di Sulut dan sudah diterima masing-masing kepala daerah bersangkutan. Beberapa daerah yang sudah menindaklanjuti yakni Minahasa Selatan dan Kota Tomohon dengan program diakonia BPJS-TK.

“Beberapa daerah di Indonesia sudah mengikuti seperti yang telah dilakukan di Tomohon. Tahun lalu kami masih fokus di tenaga kerja informal karena secara keseluruhan dari melihat potensi yang ada di Sulut hampir sebagian perusahaan pemberi kerja sudah taat dan mendaftarkan karyawannya sebagai peserta,” tutur Asri.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sulut, Adisafah Curmacosasih berharap betul agar di tahun ini daerah-daerah lain juga mengikuti jejak Kota Tomohon, melalui Program Diakonia yang mencapai 2.000 tenaga kerja yang ikut BPJS-TK.

Selain itu, untuk beberapa kegiatan dalam rangka meningkatkan kepesertaan bakal terus dilakukan. Juga pihaknya bersyukur, sebab pemilik perusahaan hampir sebagian besar sudah taat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

Disisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Manado, Marus Nainggolan mengapresiasi langkah BPJS-TK yang memberikan perhatian besar pada keselamatan kerja para pekerja di sektor formal maupun informal.

“Kita berharap akan semakin banyak tenaga kerja yang akan menjadi peserta BPJS-TK sehingga tercover dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Marus Nainggolan. (RF)