ILUSTRSI diambil dari tribunnews.com

Bintangtimur.news  –  Selama ini sampah dinilai kotor, bau, dan menjijikkan. Namun, bila diolah, sampah sebetulnya bisa menghasilkan emas. Seperti dilakukan Unit Pelaksana Tugas Dinas Daur Ulang dan Pengelolaan Sampah Makassar, bagian dari UPT Bank Sampah Kota Makassar, yang mengolah sampah menjadi emas.

Alhasil, bank sampah utama yang ada di Kota Makassar tersebut setiap harinya rata-rata menerima sebanyak 15 ribu-25 ribu ton sampah per hari. Menurut Kepala UPT Bank Sampah Kota Makassar, Suardi, sampah yang dikelola ada empat jenis.
“Empat jenis sampah yang diterima ialah kertas, plastik, logam, dan barang sepele yang kita tidak sangka tapi bernilai,” kata Suardi, Selasa (4/12) lalu.

Seperti ditulis mediaindonesia.com, adapun jumlah nasabah bank sampah di UPT Bank Sampah Makassar sebanyak 400 unit yang aktif, dari sekitar 884 unit bank sampah yang ada.

“Tiap unit itu nanti punya lagi nasabah perorangan di tingkat RT/RW atau kelurahan,” jelas Suardi.

Untuk lebih mengoptimalkan bank sampah, Suardi tengah menggelar pelatihan pengembangan sumber daya manusia agar bisa melihat kualitas barang secara optimal di 15 kecamatan di Kota Makassar.

Untuk penukaran sampah menjadi emas bisa dilakukan di Bank Sampah Unit Asoka V yang berlokasi di Jalan Kumala II, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, yang baru diresmikan Senin (4/12). Bank itu merupakan binaan PT Pegadaian (persero) Wilayah VI Makassar melalui program The Gade Clean & Gold.

Menurut Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian, Teguh Wahyono, program Clean and Gold ini salah satu bagian dari bagaimana menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Dengan cara mengumpulkan sampah-sampah nonorganik terutama plastik, kertas, dan kardus untuk ditukar menjadi emas,” ujar Teguh.

Mekanisme penukaran sampah dilakukan dengan cara memilah sampah-sampah anorganik, kemudian dipisahkan berdasarkan jenis lalu ditimbang. Harga sampah yang ditimbang dimasukkan ke tabungan emas Pegadaian Syariah. Semakin banyak sampah, nasabah berpeluang mendapatkan 1 gram emas.

Warga sangat antusias dengan program sampah yang bisa ditukar dengan emas. Zakia, warga Kecamatan Tamalate,  mengaku sampah yang dikumpulkannya selama ini ia tukar dengan beras dan uang untuk bayar listrik. “Tapi sekarang sampah bisa ditukar dengan emas,” kata Zakia. (AM7/*)

sumber : mediaindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here