Wakil Gubernur NTT Josep Nae Soi (Wikipedia)

Bintangtimur.news – Kupang – Wakil Gubernur NTT Yosep Nae Soi mengaku optimis dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) NTT berkaitan dengan pelaksanaan Englis Day.

Menurut Nae Soi, pada saatnya nanti, seluruh ASN akan lancar berbicara Bahasa Inggris.

“Tentu saja pada awalnya orang akan kaget kenapa kami berlakukan Hari Rabu berbahasa Inggris. Karena ini berkaitan dengan pariwisata. Karena itu, minimal pegawai di sini Inggris dasar mereka bisa tahu. Tapi pelan-pelan, setiap hari mereka belajar 10 kata, lama- lama mereka akan lancar dan terbiasa,” ungkap Wagub Nai Soi kepada wartawan, Rabu (30/1).

Nae Soi mencotohkan di Hongkong. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja disana kemampuan berbahasa Inggris luar biasa.

“Saya beberapa waktu llau ke Hongkong mengikuti Natal bersama. Di sana bertemu dengan tenaga kerja kita untuk Natal bersama. Hebatnya, para TKI kita disana berbahasa Inggris dan Katon sangat bagus. Ada beberapa TKI yang kemampuannya jauh lebih bagus dari rekan-rekannya. Karena itu mereka bisa gaji diatas Rp 8 juta – Rp 14 juta,” ungkap Wagub Nae Soi yang menguasai 4 bahasa yakni Inggris, Perancis, Belanda, dan Spanyol ini.

Menurut Nae Soi, kehadiran dia di Hongkong menemukan banyak hal yang harus dilakukan di NTT. Misalnya, TKI asal NTT harus bisa berbahasa Inggris agar bisa mendapatkan pekerjaan dan gaji yang layak.

“Setelah melihat langsung di Hongkong, maka kemampuan bahasa Inggris tenaga kerja kita harus baik. Bila perlu bahasa katon juga harus dikuasai tenaga kerja kita. Kalau kita sudah lancar dua bahasa itu, tenaga kerja kita bakal sukses di sana,” ungkapnya.

Menurut politisi Golkar ini, agar tenaga kerja asal NTT bagus, Pemerintah Provinsi NTT akan membangun pusat pelatihan tenaga kerja. Tujuannya agar sebelum dikirim ke negara Asia dan Eropa, tenaga kerja kita sudah dibekali dengan pengetahuan sesuai daerah tujuan kerja masing-masing.

“Saat di Hongkong saya sudah ketemu beberapa agen-agen TKI, dan mereka berkomitmen untuk datang ke NTT, bersama pemerintah mau bekerja sama membangun pusat pelatihan,” ujarnya.

Wagub menambahkan, untuk berbahasa Inggris ini bukan hanya untuk ASN saja, namun pada saatnya nanti semua warga NTT harus bisa berbahasa Inggris.

“Jadi kita inginkan nanti semua masyarakat NTT bisa mahir berbahasa Inggris, bukan hanya karena pariwisata semata saja.,” pungkasnya.

Anggota DPRD NTT Hamdan S Batjo mengapresiasi langkah brilian Pemerintah Provinsi NTT.

“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pak Gubernur NTT terkait penetapan Hari Rabu sebagai hari berbahasa inggris untuk ASN NTT. Ini sebuah terobosan yang brilian dilakukan Pak Gubernur. Saya optimis dengan terobosan ini, karena NTT merupakan daerah pariwisata, sehingga aparatur dan rakyatnya harus tahu dan bisa berbahasa Inggris,” ujar politisi Hanura ini.

Hamdan mencotohkan salah satu daerah wisata Pantai Nembrala, Kabupaten Rote Ndao. Di lokasi itu, warga sudah mulai terbiasa menggunakan bahasa Inggris.

“Awalnya memang susah, namun setelah sehari-hari menggunakan bahasa inggris, saat ini masyarakat di Nembrala sudah fasih. Ini yang bagi saya ke depan masyarakat dan ASN NTT bisa seperti itu. Ini yang mungkin diinginkan Gubernur NTT,” tegas pria kelahiran Rote ini. (AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here