Binntangtimur.id-Kupang—Circle Imagen Sociaty (CIS) Timor dan Komunitas Orang Muda Lintas Agama (Kompak) menggelar workshop Jurnalis Damai di wilayah perbatasan. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan terkait keadilan dan kesetaraan manusia baik yang berbasis agama, suku, budaya, dan lainnya. Kedua lembaga ini fokus pada pendidikan perdamaian, kampanye, jejaring dan advokasi.

Workshop Jurnalis Damai ini menghadirkan narasumber Ana Djukana, tokoh media NTT dan aktivis serta pemerhati perempuan NTT. Kegiatan ini dihadiri wartawan dan pemilik media yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya.

Selain melakukan kegiatan terkait keadilan dan kesetaraan manusia yang berbasis agama, CIS Timor dan Kompak juga fokus pada jejaring sebagai upaya kampanye nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman dan kelompok-kelompok minoritas yang ada di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

“Untuk melengkapi fokus gerakan ini , kami di CIS Timor dan Kompak melakukan pertemuan khusus dengan jurnalis-jurnalis muda sebagai wujud kontribusi membangun kerukunan agama, suku, dan identitas lainnya di NTT,” ujar Ningsih Bunga, salah seorang staf dari CIS Timor, dalam pengantar workshop, di Hotel Bela Vista, Rabu (22/3).

Giran Bere, wartawan kompas.com mengapresiasi kegiatan yang digagas CIS Timor dan Kompak. “Ini kegiatan yang sangat bagus, dalam angka membangun kesepahaman dalam menulis pemberitaan yang berkaitan dengan perdamaian. Sebagai jurnalis, kita harus memahami jurnalis damai itu sendiri,” ujarnya. (aps)