Salah satu potensi pariwisata di Labuan Bajo, LKabupaten Manggarai Barat yang belum digarap serius. Tampak Gabriel Beribina saat berlibur bersama keluarga di Pulau Padar, beberapa waktu lalu.

Bintangtimur.news-Kupang—Wakil Ketua DPRD NTT Gabriel Beribina menilai pengelolaan pariwisata di daerah perbatasan masih belum dikelola serius oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Kalau dikelola serius, pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan bisa dari sektor pariwisata.

“Contohnya Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah perbatasan di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang luar biasa, baik itu wisata bahari, alam, rohani dan dan wisata budaya. Sayangnya, perkembangan objek wisata ini masih berjalan lamban,” ujar politisi Partai Gerindra ini, kepada bintangtimur.news, di Kupang, Selasa (26/9).

Menurut Beribina, salah satu faktor penentu peningkatan pengembangan pengelolaan pariwisata di daerah perbatasan adalah peran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang masuk wilayah perbatasan.

“Kalau alokasi anggaran untuk pengembangan pariwisata masih kecil, tentu saja perkembangannya berjlaan lamban. Untuk itu, dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat harus lebih besar untuk membantu daerah perbatasan yang masih minim anggaran seperti di NTT ini,” ujarnya.

Beribina menyadari bahwa faktor lain juga masih menjadi persoalan serius dalam mengelola pariwisata di kawasan perbatasan, seperti sumber daya manusia dan  infrastruktur.

“Kalau jalan masih rusak, jaringan listrik dan telepon belum ada, kawasan perhotelan yang belum memadai, tentu masih menjadi kendala dalam pengelolaan wisata di daerah perbatasan,” ungkapnya. (AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here