Kampung Adat Bena saat terbakar tadi malam. (Senin (14/8)

Bintangtimur.news – Bajawa – Kampung Kampung adat Megalitikum Gurusina yang terletak di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ( NTT) terbakar, Senin (13/8) sore.

Salah satu destinasi wisata budaya terbaik ini tinggal puing-puing. Semuanya produk budaya dan adat di kampung tersebut tidak tersisa. Semuanya ludes dilahap si jago merah.

Ensi Due Woda, putra asli Bajawa, mengungkapkan perasaan hatinya di media sosial pribadinya.

Tulisan dengan judul Kenapa Harus Mereka mendapat like dan komentar dari para nitizen.

Ini isi lengkap tulisannya…

KENAPA HARUS MEREKA…

Sepenggal syair lagu kontemplatif ciptaan Ebiet mungkin bisa jadi cermin permenungan perjln hidup kita.
Baru 7 bulan kabupaten Ngada terluka.
Hari ini mesti berduka lagi…
salah satu destinasi wisata kebanggaan kabupaten ngada “kampung adat gurusina dgn hitungan jam ludes terbakar meninggalkan onggokan arang disana sini…teriak dan jeritan pilu bersahutan mengiringi datangnya malam yg mencekam..yg tersisa hanyalah tangisan…yang tak diambil hanyalah Duka setelah semuanya raib hancur …..
Ada apa ini…..
Mungkinkah Tuhan marah karna umat kesayanganya sdh hidup terlampau jauh dari apa yg diingiklannya?atau mungkin Tuhan Cemburu karna kasih sayang itu kini tlah terbagi atau memang tak pernah ada lagi untukNya?…
bahwa kita masih diberi waktu tuk “kembali” iya…tapi entah sampai kapan dan hanya waktu yg bisa menjawabnya..
Namun
“KENAPA HARUS MEREKA” yg menanggung murka ini…atas nama jiwa mari HENINGKAN cipta untuk sanak saudara kakak adik om tanta korban bencana kebakaran di Gurusina…

(AM7/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here