BintangTimur.id — Atambua – Festival sepakbola anak-anak perbatasan yang digelar SSB Bintang Timur Atambua  bisa melahirkan pemain berkualitas di masa mendatang. Festival merupakan ajang pengenalan dasar-dasar sepakbola kepada pemain sepakbola usia dini.
Hal itu disampaikan tokoh olahraga NTT Esthon Foenay, saat menyampaikan motivasi kepada peserta festival sepakbola anak-anak perbatasan, di lapangan sepakbola SSB Bintang Timur Atambua, Kamis (30/3).

Hadir dalam pembukaan tersebut Wakil Bupati Belu Ose Luan, sekaligus membuka event tersebut, Kadispora Belu dan pegiat sepakbola Atambua.
Esthon menyatakan, kegiatan ini harus menjadi kebanggaan Kabupaten Belu, karena ada event nasional yang digelar di Atambua. “Ini kebanggaan kita bersama, dan harus menjadi kekuatan dalam rangka membangun kualitas sepakbola di NTT,” ujarnya.

Menurut Ketua DPD Gerindra NTT ini, dengan adanya kegiatan ini, NTT memiliki harapan besar berada di level PON. ‘”Beberapa kali kita berusaha agar sepakbola bermain di level PON selalu gagal. Dengan adanya event ini, kita optimis bisa bermain di level PON,” ujarnya.

Menurut Esthon, sepakbola NTT tidak akan maju kalau masih bekerja sendiri-sendiri, sepakbola bisa berkembang kalau semua komponen pelaku bola di NTT bisa bersama.
“Saya yakin dengan kekuatan yang sudah dibangun Pak Fary Francis ini, dan didukung dengan Akademi milik Pak David Fulbertus serta pelaku sepakbola lainnya, saya yakin sepakbola NTT bakal berkembang. Kini saatnya kita bersama berbuat untuk kemajuan olahraga NTT khususnya sepakbola,” katanya.
Wabup Ose menyatakan, atas nama warga Kabupaten Belu berterima kasih kepada penggagas event ini yaitu Fary Francis. Event ini yang membuat Atambua semakin dikenal di level sepakbola nasional.

“Terima kasih kepada Pak Fary Francis atas semua dukungannya sehingga bisa ada event nasional di Atambua,” tegasnya.
Ose meminta kepada semua komponen di Atambua untuk mendukung program pengembangan dan peningkatan prestasi sepakbola nasional yang dimulai dari perbatasan. “Ini kesempatan kita untuk bisa melahirkan pemain berkualitas, dari berbagai event yang digelar di sini,” ujarnya.

Direktur SSB Bintang Timur Jhon Leki menyatakan, pendiri SSB Bintang Timur Fary Francis memiliki komitmen yang kuat untuk membangun sepakbola di perbatasan. “Semua peserta diminta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga ilmu yang didapat bisa menambah kualitas sepakbola masing-masing pemain,” ujarnya.
Ketua Panitia Alma Costa menyatakan, kegiatan akan dimulai tanggal 30 Maret sampai 1 April 2017. “Semua peserta dari Atambua, Flores Timur, Malaka, dan Kefamenanu sudah siap menyukseskan kegiatan ini sampai babak akhir. Mereka sudah nyatakan akan mengikuti sampai akhir,” ujarnya.

Pantauan bintangtimur.id, kegiatan ini diawali dengan tendangan bola bersama dan diakhiri dengan foto bersama. (aps)