Gabriel Beribina

Bintangtimur.news-Kupang— Bicara Pulau Alor tidak bisa dipisahkan dari sepakbola. Alor selalu diidentikkan dengan sepakbola, dan sepakbola selalu dengan Alor. Maka tidak heran, Alor melahirkan nama besar seperti Yabes Ronny Malaefani sebagai pemain Timnas Indonesia, dan Marsel, yang bisa belajar sepakbola sampai di Manchester United.

Tentu ini semua karena talenta sepakbola Alor yang sungguh luar biasa. Potensi ini masih bersifat alami, belum digarap serius menjadi lokasi yang memproduksi pemain Timnas Indonesia.

“Kita menginginkan Alor seperti daerah sepakbola di Tulehu, Maluku, yang pemainnya menjadi langganan Timnas Indonesia. Karena itu, kita berharap Alor bisa menjadi Tulehu lain di Indonesia,” ujar pegiat sepakbola NTT Gabriel Beribina, kepada bintangtimur.news, Selasa (29/9).

Menurut pembina Masyarakat Gila Bola (Masgibol) NTT ini, upaya yang akan dilakukan adalah meminta kepada PSSI Pusat dan dukungan dari Kemenpora RI agar Alor bisa ditetapkan sebagai salah satu wilayah sentra pembinaan sepakbola nasional.

“Kalau ini sudah terjadi, saya yakin dan optimis, “mutiara dari timur” bakal bertambah banyak di Timnas Indonesia. Karena, standar pembinaannya sudah sesuai standar yang ditetapkan PSSI Pusat bahkan FIFA. Kita berharap secepatnya bisa terjadi,” ungkap Beribina.

Menurut Beribina, untuk mendukung kesiapan Alor jadi sentra sepakbola nasional, saat ini di wilayah desa di Kabupaten Alor, setiap guru olahraga atau pelatih lokal desa, terus melakukan pembinaan pemain dengan sumber daya yang terbatas.

“Munculnya Yabes karena pembinaan oleh pelatih lokal dengan kemampuan yang terbatas. Coba bayangkan kalau potensi yang ada ini mendapat dukungan resmi dari PSSI dan pihak Kemenpora, tentu saja banyak pemain asal Alor dan NTT lainnya yang selalu berada di Timnas Indonesia,” ungkapnya.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Alor, Pemerintah Provinsi NTT, Asprov PSSI NTT, pegiat sepakbola nasional Fary Francis bisa membantu mewujudkan Alor dan beberapa wilayah lainnya di NTT menjadi sentra pembinaan sepakbola nasional.

“Kalau semua bekerja sama, menghilangkan keegoan, dan munculkan tujuan bersama yaitu kejayaan sepakbola NTT, saya yakin usaha ini segera terwujud,” ujarnya. (AM7)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here