Bintangtimur.id – Kupang. Kondisi Stadion Merdeka semakin memprihatinkan. Fasilitas yang berada di pusat Kota Kupang itu, minim perawatan dari pemerintah.

“Kita sungguh prihatin saat melihat kondisi Stadion Merdeka hari ini. Fasilitas bagus tapi mimim perawatan,” ujar Adnan Mahing, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia U-23.

Menurut Adnan, yang kini menukangi PS Kota Kupang (PSKK), sejak dirinya berlatih di bonak, sampai jadi pemain PSKK, sekarang kembali melatih PSKK, kondisi Sradion Merdeka tidak mengalami perubahaan. Padahal, letak stadion ini sangat strategis bila dibandingkan dengan stadion lainnya di Kota Kupang.

“Sebagai orang NTT saya sedih. Seharusnya, sepakbola NTT bisa lebih maju, kalau fasilitasnya juga lebih baik,” ujarnya.

Senada dengan Adnan, No Liko pesepakbola dari PSN Ngada, meminta pemerintah agar kembali menata Stadion Merdeka.

“Jangan heran, kalau prestasi sepakbola NTT tidak berkembang. Tampaknya, untuk urus satu stadion saja susah sekali, apalagi mengurus lainnya. Ini yang membuat kita sebagai pelaku sepakbola, kecewa, kesal, terhadap pengelola Stadion Merdeka,” ujarnya.

Pegiat sepakbola Nagekeo Irfan A. ibrahim meminta kepada pemerintah agar menyerahkan pengelolaan Stadion Merdeka kepada pihak yang lebih berkompeten.

“Kalau ada yang mau serius urus Stadion Merdeka, tinggal diserahkan saja, karena kontribusi bakal lebih bagus dibandingkan pihak lain yang urus tapi jalan di tempat,” ujarnya.

Ketua Departement Sport Intellegance PSSI, Fary Francis, usai mantau kawasan Stadion Merdeka, mengaku sangat prihatin dengan kondisi Stadion tersebut.

“Saya dulu pernah main di sini saat memperkuat Persedil dan Bank Summa. Teman angkatan saya seperti Anton Kia, Bai Pake, Mathias Bisinglasi, dan lainnya. Setelah hampir belasan tahun kembali ke Stadion Merdeka, kondisinya bukan tambah maju tapi tidak berkembang. Karena itu, perlu upaya serius untuk membantu perbaikan stadion ini dengan pemerintah,” tegasnya.

Menurut Fary, komunikasi dalam perbaikan Stadion Merdeka sangat penting, antara pengelola stadion, pelaku sepakbola, pemerintah, dan DPRD.

“Kalau semua komponen sudah bisa duduk bersama, boleh jadi persoalan pengelolaan stadion dan renovasinya bakal lebih mudah dilaksanakan,” ujarnya.

Sangat disayangkan, memang. Jika fasilitas yang bagus ini tidak dikelola dengan baik. Tentunya, yang rugi adalah pelaku sepakbola dan pemerintah, menurut Ketua Departement Sport Intellegance PSSI.

“Kalau ini dikelola secara profesional, tentunya pemerintah terkait diyakini bakal mendapatkan kontribusi dan bagi pegiat sepakbola mendapatkan lapangan berkualitas. Tapi yang lebih penting, akan sangat mempengaruhi kualitas individu dan tim sepakbola yang ada saat ini. Bukan tidak mungkin, sepakbola NTT bakal bisa lebih baik lagi dari sekarang,” ujarnya. (aps)