Bintangtimur.id—Kupang—-Ketua Sport Intelegence PSSI Pusat Fary Francis berharap agar Turnamen El Tari Memorial Cup 2017 yang digelar di Kabupaten Ende, menjadi momentum kebangkitan sepakbola NTT. Potensi sepakbola NTT sangat besar namun pelaksanaan dan pengelolaannya belum dilakukan dengan baik dan benar.

“Saya kira ini kesempatan yang baik untuk menjadikan event El Tari Cup ini sebagai momentum kebangkitan sepakbola NTT. Karena, kita tahu bersama bahwa potensi sepakbola anak-anak NTT sangat besar, bahkan bisa bersaing di level nasional,” ujar Fary kepada bintangtimur.id, Senin (17/7/2017).

Untuk menggapai ini, Fary meminta setiap komponen pelaku sepakbola di NTT, dari Pemerintah Daerah, Asprov PSSI NTT, Askab dan Askot PSSI, para sponsor, serta para pelatih dan pegiat sepakbola harus bisa bersinergi dalam membangun sepakbola NTT. Komponen-komponen ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, karena semua pergerakan dalam membangun sepakbola saling mendukung.

“Saya optimis kalau semua potensi ini bisa bersama, sepakbola NTT sudah bisa maju beberapa langkah ke depan. Hari ini mungkin masih Yabes Ronni Malaifani, anak NTT yang berada di Timnas Indonesia, mungkin saja setelah El Tari ini, ada talenta baru yang kita temukan untuk diorbitkan ke level nasional,” tegas Fary.

Menurut pendiri SSB Bintang Timur Atambua ini, PSSI Pusat saat ini mulai fokus pada pembinaan usia muda, karena itu, event El Tari Cup ini yang lebih prioritaskan pada usia muda sangat diapresiasi. “Ini langkah maju untuk sepakbola NTT, yang dimulai dari usia dini. Kita juga mendukung beberapa event usia dini seperti Piala Menpora U-12, U-14, dan U-16,” ungkapnya.

Fary berharap, event El Tari Cup ini, harus menjadi kebanggaan warga NTT, karena di sinilah segala energi dalam membangun sepakbola dari masing-masing kabupaten/kota dipertaruhkan. “Juara adalah impian semua tim, namun proses menggapai itu harus dalam suasana sportivitas dan persaudaraan. Karena, sepakbola adalah bersatunya semua warna tanpa perbedaan,” ujarnya.  (aps)