Bintangtimur.id—Kupang—-Sepakbola NTT terus berbenah. Selain pembenahan pembinaan pemain, infrstruktur lapangan sepakbola juga terus berubah. Selama ini bermain bola di malam hari di NTT masih sebatas mimpi. Namun, seiring perjalanan waktu, mimpi itu kini jadi kenyataan.

Ada tiga lapangan sepakbola di NTT yang sudah mewujudkan mimpi pemain sepakbola NTT bermain di malam hari, yaitu, Lapangan sepakbola SSB Bintang Timur Atambua, lapangan sepakbola Bali United Kupang Akademi (BUKA), dan Stadion Marilonga Kupang.  Ketiga fasilitas tersebut, kini sudah digunakan untuk pertandingan dan latihan.

Pendiri SSB Bintang Timur Atambua,Fary Francis mempersembahkan lapangan ini untuk kemajuan sepakbola NTT yang dimulai dari batas negeri. Sehingga, tidak heran apabila saat ini lapangan tersebut selalu digunakan untuk pertandingan atau latihan tim sepakbola  yang berada di perbatasan.

“Terima kasih atas dukungan masyarakat sehingga lapangan ini bisa digunakan pada malam hari. Contohnya, tim Persab Belu gunakan lapangan ini untuk latihan malam, dan pelaksanaan event Piala Menpora U-14 dan U-16 juga gunakan lapangan ini. Tentu, tujuan lapangan ini dibangun agar pemain sepakbola kita sudah terbiasa bermain di malam hari,” ujar Fary.

Pendiri Bali United Kupang Akademi, David Fulbertus mengatakan, bermain sepakbola di malam hari adalah mimpi pemain sepakbola di NTT. Tentu, mewujudkan mimpi tersebut bukan perkara mudah. Namun, demi memajukan sepakbola NTT, berbagai upaya terus dilakukan untuk bisa bermain di malam hari.

“Proses lapangan ini bisa bermain di malam hari memang tidak gampang. Berbagai upaya terus kami lakukan, sampai akhirnya bisa bermain di malam hari saat ini. Bahkan, saling berbagi informasi dengan Pak fary Francis juga dilakukan untuk membuat lapangan ini semakin bagus bermain di malam hari,” ujarnya.

David mengakui bahwa lapangan ini belum terlalu lengkap. Namun, untuk bermain di malam hari, lapangan ini sudah bisa digunakan. “Liga Sepakbola Pelajar U-14 dan U-16 sudah bermain pada malam hari di lapangan ini. Ini menunjukkan bahwa lapangan ini bisa digunakan untuk pertandingan resmi,” ujarnya.

Untuk Stadion Marilonga, saat ini baru digunakan untuk bermain di malam hari. “Momentum El Tari Cup merupakan kesempatan untuk semua pemain NTT bisa merasakan bermain di malam hari. Karena, sesuai jadwal semua tim bisa merasakan bermain malam,” ujar Ketua Panitia El Tari Cup Lori Gadi Djou. (aps)