Dwi Al Faris dari Manajemen Bintang Timur, saat mengantar tiga pemain Indonesia yang akan bermain di Timor Leste.

Bintangtimur.news – Jakarta – Kehadiran Manajemen Bintang Timur tidak hanya mendirikan Akademi dan Sekolah Sepakbola. Keberadaannya, juga membantu talenta berbakat pesepakbola Indonesia untuk berkiprah di wilayah lain di Indonesia atau luar negeri.

Rabu (14/2), perwakilan Manajemen Bintang Tmur, Dwi Alfaris mengantar tiga pemain asal Indonesia yang akan bermain di Liga Timor Leste yang akan digelar awal Maret 2018. Ketiga pemain itu adalah Charles gawang, Iner sebagai gelandang, dan Nur Ichsan sebagai striker.

“Kami dari Bintang Timur sifanya sebagai jembatan bagi pemain Indonesia yang mau bermain di Timir Leste. Kebetulan Pak Fary Francis yang mendirikan Bintang Timur ini memiliki jaringan yang bagus di sana, maka kita memfasilitasi pemian kita ini,” ungkap Dwi.

Menurut Dwi, ketiga pemain yang direkomendasi   ini memiliki kualitas yang bagus. Seperti Nur Ichsan, dia itu mantan pemain Timnas U-16, mantan pemain Liga I Indonesia yang memperkuat Persija, Barito Putra, dan terakhir Madura United. Begitu pula dengan dua pemain lainnya yang rata-rata sudah pernah bermian di Liga Indonesia.

“Kita optimis dengan pemain yang kita fasilitasi ini. Kehadiran mereka di Liga Timor Leste nanti, minimal bisa membawa aura positif untuk masa depa sepakbola Indonesia dan Timor Leste,” ujar Dwi.

Pendiri Bintang Timur Fary Djemi Francis menyatakan, kehadiran Bintang Timur bukan hnaya mencetak pemain usia dini, namun juga bisa membantu pemain Indonesia yang berkualitas untuk bermain di luar Indonesia.

“Kali ini kita bantu beberapa pemain yang mau ikut bermain di Liga Timor Leste. Kebetulan, kita memiliki jaringan yang bagus di Timor Leste khususnya sepakbola, Apalagi bantuan ini bukan yang pertama, sebelumnya sudah pernah kami lakukan dengan beberapa pemain asal Indonesia, seperti Lius Mauloko mantan pemain Bali United,” ujar Fary, yang juga mantan penjaga gawang nomor satu Persedil Timor-Timur.

Menurut mantan pejaga gawang utama Bank Summa ini, program Bintang Timur sebagai jembatan untuk pesepakbola Indonesia yang mau bermain di luar Indonesia akan terus dilakukan. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas pemain dan sepakbola Indonesia.

“Kita sedang menjajaki program kerjasama dengan beberapa negara yang memiliki kualitas sepakbola yang baik sebagai daerah pembinaan kualitas sepakbola. Timor Leste sebagai negara terdekat dan juga saudara kita, maka ini yang kita lakukan pertama kali. Setelah ini, mungkin saja negara Eropa atau Amerika Latin, karena beberapa pemain dan klub Amerika Latin sudah mengajukan kerjasamanya,” ujar Fary, yang juga Ketua Sprot Intelegence PSSI Pusat ini.

“Kami juga berharap dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya di NTT, agar program peningkatan kualitas sepakbola Indonesia yang kami mulai dari wilayah perbatasan bisa berkembang cepat,” ujar Ketua Komisi V DPR RI ini. (AM7)