Pertemuan Kemenpora RI dengan operator Piala Menpora U-12, U-14, dan U-16.

Bintangtimur.news – Jakarta – Liga Pelajar Piala Menpora U-12, U-14, dan U-16, bakal kembali bergulir tahun 2018 ini. Rencananya kick-off kompetisi sepak bola usia muda ini bakal diselenggarakan di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Kesepakatan tentang waktu dan tempat kick-off diambil dalam pertemuan di Gedung PP Itkon Kemenpora, Jakarta. Pertemuan dipimpin langsung Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan pada Deputi III Kemenpora, Arifin Majid.

Hadir dalam pertemuan itu Mohamad Kusnaeni dari Manajemen Kompetisi selaku operator Liga Pelajar U-16 Piala Menpora, Subarja Suihan dari Blispi selaku operator Liga Pelajar U-14, dan Zuchli Imran Putra dari Fossbi yang menangani Liga Pelajar U-12.

Usulan tempat kick-off di Atambua datang dari Siprianus Seko selaku Korprov Liga Pelajar U-16 Provinsi NTT. “Kebetulan masyarakat di Atambua sangat antusias setiap kali digelar kompetisi Liga Pelajar di sana. Makanya kami beri kesempatan kepada Atambua untuk jadi titik awal dimulainya Liga Pelajar tahun ini secara nasiona,” ungkap Kusnaeni

Dalam kesempatan itu juga disepakati bahwa Seri Nasional Liga Pelajar tahun ini akan digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada pekan pertama September 2018. Jika dimungkinkan, Provinsi Bangka Belitung juga disiapkan sebagai tempat kick-off Seri Provinsi yang merupakan kelanjutan dari Seri Region di tingkat kabupaten/kota.

Nantinya, kick-off tingkat kabupaten/kota dan provinsi akan diupayakan serentak diikuti oleh seluruh peserta Liga Pelajar U-12, U-14, dan U-16. Namun pelaksanaan pertandingan dapat dilakukan secara terpisah waktu maupun tempatnya menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Intinya adalah kami upayakan sinergi semaksimal mungkin dalam pelaksanaan Liga Pelajar tahun ini di semua kelompok usia. Harapannya agar pelaksanaan di setiap daerah dapat berjalan lebih baik, meriah, dan diikuti lebih banyak peserta,” ujar Arifin

Sementara itu, untuk penunjukan koordinator yang menggulirkan Liga Pelajar di setiap provinsi diserahkan kepada masing-masing operator. “Kemenpora hanya menunjuk operatornya, sedangkan koordinator provinsi ditunjuk dan diangkat oleh operator dengan mempertimbangkan rekam jejak dan pengalaman masing-masing koordinator,”  ujar Kabid Olahraga Menengah pada Asdep Pengelolaan Olahraga Pendidikan Ary Moelyadi. (*/AM7)