Suasana Latihan siswa SSB Bintang Timur Atambua.

Bintangtimur.news – Kupang – Perhelatan Aqua Danone Nations Cup (DNC) di beberapa zona sudah selesai. Para juara sudah kembali berlatih untuk mempersiapkan timnya menuju seri provinsi.

Ada yang membanggakan dari perhelatan ini. Ternyata, para juara dari beberapa hasil prakualifikasi adalah tim yang berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB).

Misalnya, untuk zona Flores Timur yang juara adalah SSB Bintang Mandiri pimpinan Geril Hayon, untuk zona Kota Kupang 3 gelar direbut SSB Bali United Kupang pimpinan David Fulbertus, dan zona Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara (TTU), yang juara adalah SSB Bintang Timur Atambua pimpinan Fary Djem Francis.

“Ternyata proses tidak pernah mengkhianati hasil. Apa yang sudah diraih semua tim SSB dalam Aqua DNC ini bukti kerja keras dan kerja cerdas setiap tim yang memiliki managemen yang jelas, latihan yang terjadwal, dan infrastruktur yang mendukung. Prestasi memang tidak pernah gampang, selalu ada proses menuju hasil terbaik. Latihan dan latihan adalah resep ampuh dari semua prestasi ini,” ujar wartawan olahraga senior Pos Kupang Sipri Seko.

Menurut Sipri, akan menjadi pertanyaan besar di publik sepakbola NTT, kalau tidak ada SSB yang menjuarai event sepakbola seperti ini. Bahkan, bakal menjadi preseden buruk untuk setiap SSB, kalau tidak ada prestasi yang diraih.

“Sebagai pengelola SSB, harus bersyukur dengan perolehan hasil ini. Kalau hasilnya buruk, saya tidak tahu lagi bagaimana wajah semua SSB ke depannya. Dengan prestasi ini, setiap SSB tinggal menunggu datangnya setiap siswa yang datang daftar untuk menjadi bagian dari masing-masing SSB di wilayahnya masing-masing,” ungkap penyuka siri pinang ini.

Direktur SSB Bintang Timur Atambua Jhon Leki juga menegaskan hal yang sama. Apabila SSB Bintang Timur tidak memperoleh hasil bagus di seri kabupaten, tentu menjadi tandatanya besar.

“Saya sudah tegaskan ke masing-masing pelatih agar keluarkan semua ilmu kepelatihan yang dimiliki agar tim kita bisa berprestasi. Prestasinya tim kita sangat menentukan masa depan SSB kita ini. Dengan hasil ini tentu menjadi kebanggaan pembangunan sepakbola di wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Head Coach SSB Bali United Kupang Michel “Pep” Lamabelawa menyatakan, prestasi yang diraih saat ini menunjukkan bahwa proses yang dilakukan selama ini tidak main-main.

“Kami tentu bangga dengan raihan prestasi ini. Apa yang sudah dipersembahkan para pemain dan pelatih menjadi bukti bahwa latihan dan latihan itu sangat penting. Tidak bisa sebuah tim dibentuk langsung ikut pertandingan. Memang benar, proses tidak pernah mengkhianati hasil,” ungkap Michel. (AM7)