Si Elang Terbang yang juga Pendiri SSB Bintang Timur Atambua Fary Djemi Francis , diangkat para pendukungnya, saat SSB Bintang Timur Atambua merebut Juara I Aqua Danone Nations Cup Region NTT, Minggu (18/3).

Perhelatan Aqua Danone Nations Cup 2018 Region NTT telah usai. SSB Bintang Timur Atambua (BTA) merebut gelar perdana Aqua Danone Nations Cup 2018.

Sejarah itu telah terukir di jagad sepakbola Flobamora. Tim ‘Laskar Perbatasan’ julukan  SSB Bintang Timur Atambua menjadi tim pertama di NTT yang membawa Mahkota kebesaran Aqua Danone.

Menuju tangga juara Aqua Danone Nations Cup bukan seperti membalik telapak tangan sim salabim dan Juara. Proses meraih Tropy juara ini bagai jalan berliku menuju ‘Istana Kebahagian’.

Tantangan demi tantangan dilalui SSB Bintang Timur dalam perhelatan Aqua Danone Nations Cup. Tetesan peluh, materi, waktu, merupakan pengorbanan yang tidak terhitung oleh manusia.

Aqua Danone Nations Cup 2017 puncak tertinggi pengorban SSB Bintang Timur Atambua. Sebagai salah satu tim peserta asal NTT yang lolos ke zona Bali, pelatih, pemain , dan manajemen merasakan sakit dan perih yang luar biasa.

Sudah berada di Bali, namun tim Bintang Timur Atambua tidak diijinkan bertanding oleh panitia hanya karena terlambat satu jam. Padahal delay keterlambatan karena pesawat sudah diinformasikan ke panitia, namun konsistensi panitia membuat pemain dan offisial BTA hanya bisa ‘urut dada’.

Kapasitas pendiri SSB Bintang Timur Atambua Fary Djemi Francis betul-betul diuji. Padahal, kala itu dengan kapasitasnya, dengan cara dan jaringannya, mungkin bisa saja tim BTA bertanding.

Namun kebesaran hatinya untuk menerima solusi dari panitia agar BTA bertanding ekshibisi diterima “Si Elang Terbang” Fary Djemi Francis

“Kami kecewa dan marah. Pengorbanan kami sampai datang ke Bali bukan hal yang mudah dan kecil. Para pemain di usianya yang masih muda itu sudah merasakan ketegasan aturan yang ketat dalam sebuah perhelatan profesional sepakbola. Namun kami tetap terima dan hanya bisa pasrah saat itu,” ungkap Fary.

Tragedi Bali menjadi arus balik dalam perjuangan menggapai prestasi sepakbola. Manajemen SSB Bintang Timur Atambua bersama pemain, pelatih, dan orangtua pemain akhirnya satu suara, BTA harus juara. Gagalnya BTA bertanding di Bali, menjadi pintu pembuka prestasi sepakbola Bintang Timur Atambua.

Kepasrahan tertinggi  atas segala cobaan yang diberikan menjadi berkah luar biasa bagi SSB Bintang Timur Atambua. Aqua Danone Nations Cup 2018 menjadi jawaban atas semua kepasrahan yang dilakukan keluarga besar Bintang Timur Atambua.

Si Elang Terbang, pendiri Bintang Timur Atambua ini betul-betul sumringah saat mengangkat piala juara I Aqua Danone Nations Cup 2018. Diujung matanya, tetesan kebahagian jatuh perlahan di sudut pipinya.

“Sulit memang saya uraikan kebahagiaan ini. Hasil ini betul-betul jawaban atas totalitas kepasrahan yang kami lakukan saat cobaan itu datang di Bali. Sesuatu memang indah pada akhirnya,” ujar Fary.

Kebahagian bagi Frary Francis, bukan hanya juara I yang sudah dipersembahkan anak-anaknya. Namun, ada kebahagian lain yang betul-betul dia rasakan, yakni Manajemen Danone Pusat memberi kesempatan kepada NTT sebagai Region sendiri dalam perhelatan Aqua Danone Nations Cup.

“Perjuangan ini juga tidak gampang. Beberapa kali bertemu dengan manajemen Danone Pusat untuk meyakinkan bahwa NTT bisa menjadi region sendiri,” ujar Fary.

Dalam setiap cobaan, selalu ada jalan kebahagiaan. Jalan menuju Eropa dan Amerika sudah semakin dekat dari NTT. Kesempatan menjadi region tersendiri itu bukan  perjuangan yang gampang.

Dalam perhelatan event usia dini terbaik di dunia ini, Aqua Danone Nations Cup hanya ada di beberapa wilayah provinsi saja. Penggabungan beberapa provinsi menjadi satu region menjadi kebulatan keputusan yang dilakukan Danone Pusat melalui operatornya Maestro Sport.

NTT menjadi beda sendiri. Satu provinsi menjadi satu region sendiri. Ini pembuktian dari doa seluruh ‘Sobat BTA” di jagad ini, bahwa sumber prestasi su dekat.

Setelah mendapat kepercayaan menjadi region sendiri, banyak catatan yang diberikan Danone Pusat, agar bisa sukses menjadi Region sendiri.

Masyarakat Gila Bola (Masgibol) NTT dipercaya menjadi operator Aqua Danone Nations Cup Region NTT ini. Sipri Seko, Piter Fomeni, Kris Adoe, Eben Nufninu, Saleh Abdul Sagran, Abdul Syukur, dan Yesry Say, dan Masgibol lainnya ‘kerja berat’ dalam menyukseskan tantangan ini.

Minggu (18/3) sore, akhir perjuangan berat panitia pelaksana. Peluh, kerja keras, saling marah, tidak tidur, dijawab tuntas.

“Saya berterima kasih. Kami puas dengan penyelenggaraan Aqua Danone Nations Cup di NTT ini. Teman-teman panitia bekerja dengan baik, walaupun dalam kondisi yang mepet, dan masih dalam keterbatasan, semua bisa berjalan sukses. Selamat kepada pak Sipri dan teman-teman panitia lainnya, kita ketemu tahun 2019. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Pak Fary Francis atas perjuangannya yang mau menjadikan NTT Region sendiri. Selamat kepada Bintang Timur Atambua atas prestasinya,” ujar CEO Maestro Sport Anugerah.

Perjuangan “Si Elang Terbang” mendapatkan dua kebahagian. Kebahagiaan pertama NTT menjadi Region sendiri, dan kebahagiaan kedua SSB Bintang Timur yang didirikannya merebut gelar Perdana Aqua Danone Nations Cup Region NTT.

Semua akan indah pada waktunya. Keindahan dan kebahagian itu sedang dirasakan Si Elang Terbang dan warga Bintang Timur Atambua. Menuju Eropa tinggal selangkah lagi.

Akankah mimpi menuju Eropa itu akan terwujud? Kita terus menunggu episode perjuangan putra terbaik SSB Bintang Timur dalam perjuangannya menuju pentas Eropa.

Selamat kepada Si Elang Terbang yang proses terbangnya berakhir manis dengan tambahan sebuah piala di lemari pajangan SSB Bintang Timur Atambua sebagai Juara I Aqua Danone Nations Cup 2018. (abdul muis)