Foto bersama Manajemen Akademi Bintang Timur Atambua bersama para pemain.

Bintangtimur.news – Kupang – Pelatih U-19 Tim Nasional Indonesia merekomendasikan 20 nama pemain muda NTT untuk bergabung dengan Akademi Bintang Timur Atambua. 20 nama tersebut hasil seleksi langsung Indra Sjafri di beberapa kota di NTT.

Menurut Direktur Akademi Bintang Timur Atambua Piter Fomeni, 20 pemain tersebut sudah berada di Akademi Bintang Timur Atambua untuk pengecekan administrasi pemain dan kesehatan.

“Bahkan tanggal 6 Mei kemarin, sudah langsung idlakukan latihan perdana yang dipimpin Choach Bert Pentury asal Belanda. Kita berharap pada awal tahun ajaran baru, semua pemain itu sudah hadir dan resmi berada di Akademi Bintang Timur Atambua,” ungkap Piter.

Menurut Piter, 20 nama pemian tersebut adalah Gabriel A Paty (Belu), Zimiano Da Conceicao (Belu), Bento Gomes (Belu), Nerionecio Verdial (Belu), Arnoldus Olievera (Belu), Alberto Soares (Belu), Christian Finanta (Belu), Aleksander Aprilio (Belu), Petrus Y Nahak (Belu), Crespo Hale (Belu), Donatus Lelo (Belu), Benediktus bau (Belu), Aleksander Buatmau (Alor), Marthin Yetimau (Alor), Ranmaldy Tatuin (Kota Kupang), Deston Betty (kota Kupang), Christian Manao (TTS), Erisk Kaba (TTS), Frengky Missa (TTS), Muhammad Azrul Afizan (Flores Timur), dan Arman Atanggae (Flores Timur).

“Masih ada beberapa nama yang direkomendasikan Choach Indra, namun karena mereka belum hadir, maka belum bisa dicatat resmi. Kita sudah koordinasi dengan pemian tersebut, sesudah ujian baru mereka bergabung di Akademi ini,” ungkapnya.

Pendiri Akademi Bintang Timur Atambua Fary Djemi Francis dalam pengresmian Akademi Bintang Timur Atambua (Sabtu (5/5), meminta semua siswa yang sudah berada di Akademi Bintang Timur Atambua harus menunjukkan kualitas terbaiknya. Kehadiran Akademi ini untuk menjadikan pemain usia muda ini lebih maju dan berkembang sehingga kedepannya bisa menjadi pemian profesional.

“Semua siswa harus membedakan keberadaannya di Akademi dan SSB. Kalau di SSB latihannya seminggu tiga kali, di Akademi bisa setiap hari. Banyak hal yang akan dipelajari saat berada di Akademi nanti, karena Akademi Bintang Timur Atambua ini menggunakan kurikulum sepakbola modern,” ujarnya.

Fary menyatakan, pihaknya tidak mengkin bekerja sendiri dalam membangun Akademi ini, dukungan, masukkan untuk dari berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas Akademi ini sangat diharapkan.

“Kita tentu tidak berjalan sendiri. Banyak pihak yang ingin bersama kita dalam mendukung pengembangan Akademi ini. Misalnya, Choach Indra, Choach Hery Kiswanto, Choach Esteban asal Argentina, Masgibol NTT, dan pegiat sepakbola lainnya,” ungkapnya. (AM7)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here