Direktur Pembinaan Usia mUda FFTL Timor Leste Gregorio, membubuhkan tandatangannya dalam MoU dengan Akademi Bintang Timur Atambua, Sabtu (5/5), di Lapangan Bintang Timur Atambua.

Bintangtimur.news – Atambua – Akademi Bintang Timur Atambua (BTA) baru diresmikan, Sabtu (5/5) oleh Asdep Pengelolaan Olahraga Pendidikan Dr. Alman Hudri, di Lapangan SSB Bintang Timur Atambua. Manajemen Akademi BTA bergerak cepat. Usai peresmian, langsung dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerja sama dengan Presiden Akademi Sepakbola Timor Leste berkaitan dengan peningkatan kualitas sepakbola usia muda di kedua negara yang berada di wilayah perbatasan.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur SSB dan Akademi Bintang Timur Atambua, Jhon Leki dan Presiden Akademi Timor Leste, Gregorio, disaksikan  Asdep Kemenpora, Alman Hundry, Wakil Bupati Belu Ose Luan, serta pendiri SSB Bintang Timur Atambua Fary Djemi Francis, di sela-sela pembukaan kick off Liga Pelajar Berjenjang Piala Menpora 2018 di lapangan Bintang Timur Atambua, Sabtu (5/5).

Gregorio yang biasa disapa Greg  mengatakan, penandatanganan kerja sama ini dalam rangka pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, pemain, serta pertandingan usia muda antar kedua negara.

“Sepakbola usia muda Timor leste dan Indonesia khususnya di wilayah perbatasan baru tumbuh dan berkembang. Tentu, masih butuh banyak  sentuhan dan masukan dari berbagai komponen. Sebagai sahabat di perbatasan, kita tentu memiliki kesamaan dalam pembinaan sepakbola usia muda. Karena itu, kerja sama ini sangat penting dilakukan, agar kita bisa maju dan berkembang bersama,” ujarnya.

Menurut Greg, sebelum MoU ini dilakukan, kerjasama dengan  Manajemen Bintang Timur sudah sering dilakukan, seperti pertandingan persahabatan di batas negara. Namun, untuk lebih formal bentuk kerjasamanya, maka MoU ini wajib dilakukan.

“Kita bakal bergerak cepat pasca MoU ini. Berbagai kegiatan akan kita gagas bersama dalam rangka peningkatan kualitas pesepakbola usia muda kita, seperti pengiriman beberapa siswa Akademi Bintang Timur Atambua ke Timor Leste, dalam rangka belajar sepakbola modern. Begitu juga sebaliknya, siswa dari kami di Timor Leste  bisa dikirim untuk belajar sepakbola di Akademi Bintang Timur Atambua,” ungkapnya.

Jhon Leki optimis dengan kerjasama ini. Karena, membangun sepakbola usia muda tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Semua komponen harus bisa bersama-sama dalam urusan sepakbola usia muda. Kalau kerjasama ini berjalan cepat dan tepat, saya yakin ke depannya akan bermunculan pesepakbola terbaik dari Timor leste dan Atambua, Indonesia,” ujarnya. (AM7)