Fary Djemi Francis yang bergabung bersama Masgibol NTT foto bersama dengan U-40 Timor Leste dalam pertandingan persahabatan yang dimenangkan Masgibol NTT 7-4.

Bintangtimur.news – Kupang – Pendiri SSB dan Akademi Bintang Tmur Atambua (BeTA) Fary Djemi Francis  menggagas pelaksanaan kompetisi usia muda U-12 dan U-14 untuk Indoensia dan Timor Leste. Event usia muda penting dilakukan sebagai persiapan menuju pemain senior untuk kedua negara.

“Setelah adanya pertandingan persahabatan dengan U-40 Timor Leste ini, saya kira ada yang harus kita lakukan dengan anak-anak usia muda. Kita sebagai senior hanya sebagai penyemangat untuk keberlangsungan pembinaan usia muda,” ujar Fary, yang juga Ketua Sport Intelegence PSSI Pusat, usai pertandingan persahabatan Masgibol NTT vs U-40 Timor Leste, di Lapangan Sepakbola Bali United Akademi Kupang.

Menurut Fary, gagasan ini sudah dibicarakan dengan President Centro Futebol Timor Leste Gregorio Correia, dan pendiri Bali United Akademi Kupang David Fulbertus. Prinsipnya, semua sudah menyetujui dengan gagasan ini.

“Untuk langkah awal tidak perlu yang besar-besar kompetisinya, dilakukan dulu tiga tim ini yakni, Bintang Timur Atambua, Bali United Akademi Kupang, dan Centro Timor Leste. Kalau sudah berjalan baik, baru diperbesar lagi dengan tim lainnya.

“Yang paling penting kita harus memulai dulu. Kalau hanya rencana-rencana saja, kompetisi ini bakal tidak berjalan. Kita upayakan setelah lebaran ini, baru dibicarakan lebih konkrit dan teknis lagi,” ungkap politisi Gerindra ini.

Untuk pelaksanaannya, Fary sudah menawarkan agar pertandingan bisa dilakukan home and away. Misalnya, kalau pertandingan digelar di Atambua, semua akomodasi tuan rumah yang tanggung. Begitu juga kalau dilakukan di Bali United dan Centro, semuanya ditanggung tuan rumah.

“Saya optimis kalau kita sudah bicarakan sampai lebih teknis lagi, dalam waktu dekat ini sudah bisa berjalan kompetisinya. Apalagi, kami sudah memiliki lapangan sepakbola masing-masing, tentu semakin tidak berat,” ungkap Ketua Komisi V DPR RI ini.

Berkaitan dengan gagasan Fary Francis tersebut, Gregorio dan David tidak berkeberatan. Keduanya mendukung penuh gagasan tersebut, sebagai bentuk kepedulian dalam membangun kualitas pesepakbola muda di NTT (Indonesia) dan Timor Leste.

“Saya sangat setuju dengan gagasan Pak Fary ini. Kita harus segera jalankan, apapun komitmen dan persyaratan teknisnya saya dari Timor leste sangat siap. Saya juga punya komitmen yang sama untuk bangun sepakbola dua bersaudara ini yakni Indonesia dan Timor Leste,” ungkap Gregorio.

David berharap kompetisi segera dilaksanakan, karena pembinaan tanpa pertandingan sangat mempengaruhi kualitas pesepakbola usia muda.

“Kami dari Bali United sangat siap dengan ide pelaksanaan kompetisi ini. Tinggal kita bicarakan teknis pelaksanaannya seperti apa, agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terjadi penundaan karena masalah teknis,” ujar David.

Ketua Federatio Futebol Timor Leste (FFTL) yang juga Konsul Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Kupang  Francisco M.C.P Jeronimo mendukung gagasan pelaksanaan kompetisi Indonesia – Timor Leste ini.

“Saya sangat mendukung gagasan ini. Sebagai Ketua FFTL yang baru, gagasan seperti ini yang menjadi program saya untuk usia muda Timor Leste. Kita tinggal menunggu teknisnya seperti apa nanti,” ujarnya. (AM7)